Jumat, 31 Juli 2015

Apakah dengan Menyalahkan, Dirimu Sudah Merasa Benar ?

Ujian bagi seseoarang yang dianggap dan menganggap dirinya memiliki ilmu adalah keringanan, keharusan, kerelaan, dan kemudahan untuk memposisikan orang lain lebih salah. 

Di awal kalimat saya, semoga tercurah rahmat kepada kita semua, untuk tetap meyakini yang benar dan mengajak siapapun kepada kebenaran. Saya sendiri meyakini akan ketakutan dan keraguan yang selalu saya miliki ketika menuliskan tentang benar dan salah. Saya tidak berani, takut melancangi wewenang Tuhan dalam memutuskan perkara yang baik dan buruk. Diri ini hanya sebagai hambaNya, yang setiap hari ngupreg-upreg mempertanyakan yang baik dimata Tuhan itu yang bagaimana? yang suka bikin berantem minta dibenarkan sementara yang lain harus disalahkan... Astaghfirullah. Sungguh Allah Maha Tahu segala sesuatunya tapi memilih diam sebentar, menguji seberapa sombongnya kita sebagai manusia terhadap ilmu yang dimilikinya, padahal itu titipan siapa lagi kalau bukan Dzat yang luar biasa berilmu.

Allah karuniakan ilmu yang dikemas dalam balutan puisi terbaik di dalam al-quran semata untuk menjadikan manusia sebagai hamba yang terus-menerus mencari kebenaran. Tetap merasa rendah dibandingkan dengan milyaran ilmu pengetahuan Allah yang dilipat lipatkan lagi menjadi tak terhingga yang kita tak mampu menjangkaunya, tapi bisa dan diharuskan bisa sedikit demi sedikit memahami, merenungi dan melaksanakan semua perintahnya.

Saya bukan orang yang ahli ilmu agama. Sekali lagi saya sebenarnya paling takut menuliskan ini. Berkenankah pemuka-pemuka ilmu di luar sana melihat niat baik jutaan anak-anak muda yang  ingin mencari kebenaran, tetapi belum kemana-kemana sudah disalahkan karena langkah yang diambilnya bukan merupakan kebenaran, atau karena jalan yang diambilnya bukan dari majelis madrasah ilmu dan lain sebagainya. Sekali lagi mohon maaf, seorang pemabuk yang lingkungannya sangat tidak lazim bisa saja dikaruniakan oleh Allah kebaikan secara tiba-tiba, karena itu kuasaNya bukan?


Terkadang, cara seseorang dalam mencari keridhaan Allah memang berbeda-beda, tapi kumohon jangan mudah menyalahkan hanya karena menganggap diri kita sudah merasa benar dengan cara ibadah kita.
Allah Yang Maha Tahu, bersegeralah melakukan kebaikan dan mengajak pada kebaikan. Itu lebih barokah, aamiin.

GW