Minggu, 12 April 2015

Sudahkah Ibu bangga ?

Untukmu ibu, dari seorang anak yang dengan lirih berdoa untukmu. Karena malu doa ini terdengar olehmu. Tapi jelas kuyakin , Allah mendengar lebih jelas apa yang aku harapkan, melihat lebih detail apa yang aku kerjakan, dan mengetahui niat terdalam yang ada di setiap hal yang kukerjakan.
Saat kubuka kedua mataku, kulihat tak ada kau disisiku. Ternyata kau terbangun lebih awal setiap harinya. Mengatur segala sesuatu yang kau butuhkan untuk pekerjaanmu. Mempersiapkan ibadah terbaikmu yang ditunggu oleh Allah, bu. Sedang aku masih malas dan tertidur, seolah aktivitasku jauh lebih berat darimu. padahal tidak.
Dengan sangat lirih dan sembunyi-sembunyi, aku ingin menyampaikan padamu ibu. Tugasku tidak cukup berat dibandingkan pengorbananmu yang begitu hebat. Tanggung jawabku diluar sana hanya secuil yang aku tiru darimu . Harapanku masih sangat lemah dibandingkan tekadmu memasukkanku ke pendidikan yang tinggi sebagai mahasiswa.
Ibu jika boleh aku bertanya, dengan tanpa kau mengetahui ini. Sudahkan kau bangga padaku? yang masih lalai menemani masa tuamu? yang masih ingin mengejar dunia yang sungguh menggoda ini? yang masih mengharapkan kebahagiaan tanpa ridho darimu?
Ibu, maaf untuk sekian waktu yang kuhabiskan bersama mereka. Semua kulakukan karena aku mencintaimu, terlebih kepada Tuhan yang maha mengerti bahwa setiap harapanku ada namamu..Ibu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar