Rabu, 02 Juli 2014

Teruslah berjalan, bahkan berlari dengan pasti.

ketika kamu meyakini satu hal yang kamu anggap terbaik bagimu, tidak ada lagi alasan yang bisa membuatmu mundur selangkah, atau berhentik sedetik. percayalah pada satu hal yang membuatmu damai. Membuat pikiranmu bergerak bebas dalam sebuah kemerdekaan berpikir. Teruslah berjalan, bahkan berlari dengan pasti.

Ada saat yang memang menjadi sebuah revolusi bagi diri sendiri. Saat kau merasa bahwa dirimu butuh berbalik arah ke tempat yang kau anggap lebih baik, ke satu tujuan yang kau anggap lebih akurat nilai kebenarannya. Namun harus kau pahami kebenaran yang hakikat dimiliki manusia adalah sebuah kesalahan. Benar adanya jika manusia adalah sumber dari sebuah kesalahan. Tetapi tak lantas ini semua membuatmu terus menerus melakukan kesalahan. Ini hanya sebuah reminder bagi diri untuk jaga jarak dan menjauhi sedikit saja kesalahan, mustahil memang karena diam pun bisa berarti sebuah kesalahan. Lantas apa gunanya melekat dalam diri manusia sebuah akal dan pikiran? tidak lain untuk membenarkan yang benar, menyalahkan yang salah.

Rasanya rindu sekali harus kuhadapkan diriku pada sebuah perenungan ini. Ketika masih tersisa waktu bagimu, maka gunakanlah untuk membebaskan pikiranmu sebebas-bebasnya. Tunduklah pada Tuhan yang Maha Memberi Petunjuk, bagaimanakah aku sedetik setelah ini? Pertanyaan yang jawabannya sudah ada dalam dirimu, tapi kebanyakan kita lebih memanjakan diri untuk bertanya mengenai takdir Tuhan untuk kita, bukan begitu?

Waktu membawaku secepat ini, tumbuh menjadi seseorang yang lebih dewasa ( ini berkaitan dengan usia), katakan bahwa usia hampir genap 20 tahun tidak lagi bisa disebut anak kecil yang butuh dituntun untuk sampai ke tempat yang lebih tinggi kedudukanya. dan kapasitas tanggung jawab seorang manusia berusia duapuluh tahun jelas jauh berbeda dengan usia yang masih belasan.

Tulisan ini hanya sedikit renungan pengantar, setelah sekian lama saya tidak meluangkan waktu untuk posting lebih banyak hal disini. Tidak semua orang harus setiap saat mengetahui apa yang saya kerjakan, apa yang saya pikirkan, apa yang membuat diri sedih dan gembira, apa yang membangkitkan semangat diri ini. Semua itu kusimpan dengan rapi disini *hati. Agar saatnya tiba, ketika sudah terlalu dalam apa yang menjadi penggerak saya masih berjalan sejauh ini. Dalam hati kecil saya, masih ada rasa untuk ingin berbagi kepada semua orang. Dan inilah waktunya , saya ingin kembali dalam sebuah perenungan itu. Jika saya masih diberi nikmat sehat dan waktu, akan saya posting beberapa hal untuk menjawab diamku selama ini.

truly regard

nia!

Senin, 17 Februari 2014

REFLEKSI DIRI

kepada subuh yang teduh, aku kembali bersama rinduku merangkul semua nikmatmu.

ini kali pertama di tahun 2014 aku menuliskan postingan di blog.
tahun yang harus kusebut sebagai perubahan dalam hidup ku. ketika aku memulai tahun ini dengan merefleksikan diri kepada Tuhan, penguasa segala kehidupan ini.

aku melahirkan kembali hidupku dari tidur panjang , dari segala kenikmatan dunia yang bisa dibilang membuatku semakin gila. aku hanya ingin sibuk memperbaiki diri sendiri. sibuk mempertanyakan kepada diri, hati, dan apa saja yang terlintas dalam pikiranku, Are you ready to face Allah ? apakah aku siap menghadap Tuhanku (Allah)

saat semua air mata yang tidak berbicara secara tersurat, hanya mampu menjadi nafas keharuan dalam setiap perubahan hidupku.
dan inilah jawaban mengapa aku lebih memilih diam, karena aku tahu Tuhan sedang mengunci rapat-rapat semua amarahku. ketika kesabaran adalah obat dari setiap detik ucap yang tidak terpelihara. dari semua masalah yang membelenggu pikiranku. aku sadar, tak lain itu karunia untuk membuatku tetap tegar.
Tuhan mampukanlah aku, dalam setiap detik langkah yang kukisahkan untuk membela agamaMu, memperjuangkan surgaMu dan mengaharp ridhoMu.
dan aku yakin betul saat segala yang kulakukan di dunia ini berkiblat padaMu, Engkau akan memelukku erat -erat dari pelukanMu.

Bismillah, better !