Rabu, 02 Oktober 2013

dan inilah mantranya

aku kembali menyandarkan badan ke dinding kayu dan membalik halaman diary-ku yang kosong. aku bubuhkan tanggal hari ini. aku tarik napas panjang dan aku mulai menggoreskan penaku :

hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, "mantra" man jadda wa jadda saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun.

jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungki menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa, dan sabar yang berlebih-lebih.

bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah, takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkanyang terbaik dan yang paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar.

Sabar itu awalnya terasa pahit,tetapi akhirnya lebih manis daripada madu. Dan alhamdulillah, aku sudah mereguk madu itu. Man Shabara Zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung.

AF- Ranah 3 warna

Tidak ada komentar:

Posting Komentar