Selasa, 02 April 2013

secangkir rindu

saya tahu mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mengaduk aduk rindu yang telah lama mengendap.
pagi seharusnya menjadi saat seluruh nafas kembali terlahir, seluruh tawa kecil kemudian mulai dibangun dan sebuah mimpi mimpi besar dikemas dalam rangkain doa yang pada akhirnya kita hanya berserah kepada yang memberi hidup.
"saya rindu menulis"....
begitu yang disampaikan secangkir kopi yang didalamnya mengendap bulir bulir rindu. membuat saya eneg dan membiarkannya tenang memelototin saya.
beberapa waktu yang lalu, saya memutuskan dan saya pikir itu salah satu keputusan bodoh yang saya ambil. ketika pikiran, hati dan parahnya jiwa sedang tidak dalam kondisi baik. keputusan bodoh untuk tidak melanjutkan menulis di blog ini.
beberapa hari saya jalani tanpa suara suara rayuan yang lahir setiap malam "menulislah..."
pada saat itu, telinga tak dapat mendengar dengan jelas desahan malam yang meminta dibuatkan puisi.
atau rintihan tangis hujan yang berharap aku kembali memeluknya kala itu.
mata yang pada saat itu dibutakan, tidak bisa melihat segala bentuk keindahan, tawa dan tangis dari mereka yang rindu kepada makhluk gaib bernama cinta. mata yang berusaha melirik kesana kemari mencari celah dimana cintaku bersemayam. dan tidak kutemukan.
hati yang kata orang adalah organ tubuh paling lemah namun bisa menjadi yang paling kuat mempengaruhi jiwa seseorang, yang kala itu saya sangat merasakan benar benar lemah. sampai tidak tahu sebenarnya apa yang membuat saya berlama lama meringkuk dalam sebuah keputusasaan.
semua yang saya butuhkan pada saat itu sedang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan memaksa saya beristirahat dalam diam tanpa menulis.

kini, saya merindukan kembali saat dimana saya bangun, dan yang kutemukan adalah nafas untuk menulis lagi.
selamat datang kembali semangat. secangkir rindu yang sudah saya persiapkan untukmu. kita minum kembali bersama sama di pagi yang semu ini. dan saya sudah siap untuk jatuh cinta lagi :)

2 komentar:

  1. ehmm, boleh bagi secangkir kopinya ?:)

    BalasHapus
  2. aaaa kur, boleh bangeeet. tapi jangan kaget kalo kopinya banyak bulir bulir rindu, ekeke :p

    BalasHapus