Jumat, 22 Februari 2013

mencari diksi "kita"

aku hanya butuh waktu kalian tidak lebih dari 15 menit, untuk benar benar mengerti apa yang akan aku tulis.
ini semua tentang bagaimana mencari diksi "kita" dan bagaimana menyatukannya. mungkin bahasa dari kata adalah lalu lintas yang paling tepat ketika waktu 15 menit terlalu berharga jika digunakan untuk mendengar orang lain berbicara.
"kita" adalah tentang aku, kamu dan kalian. tentang sebuah persahabatan dengan awalan yang begitu indah. seindah ketika seorang ibu yang melahirkan bayinya. awal yang indah selalu menghadirkan akhir yang indah . begitu sebaliknya.
aku, tak pernah menjadi "kita" , tanpa kamu dan kalian.
kamu, tak pernah menjadi "kita" , tanpa aku dan kalian.
kalian, tak pernah menjadi "kita" , tanpa aku dan kamu.
jadi, "kita" adalah tentang bagaimana menyatukan ketiga diksi itu menjadi sebuah ikatan yang tak pernah putus.
dan jika salah satu dari mereka hilang, maka segalanya tak lagi utuh. bahagiaku tak sempurna. sedihku tak tersampaikan. resahku tak bisa tergantikan oleh kebahagiaan apapun, kecuali hadirnya kembali sosok yang hilang itu.
sebuah persahabatan tak akan pernah putus sampai kapanpun. bahkan ketika aku, kamu dan kalian sudah berada pada dunia yang berbeda dalam dimensi waktu yang terpaut jauh.
sahabat, adalah dia yang tanpa meminta maaf sudah bisa memperbaiki keadaan,
tanpa pernah bosan mendengar ribuan cerita yang sama dalam sehari
yang rela melafalkan doa untuk sang pemilik nama "sahabat"
hapus air matamu kawan, kita semua lahir dalam benih kasih sayang Tuhan.
kebersamaan adalah diksi paling tepat yang mencairkan bekunya sikap kita masing masing
egois, munafik, pengecut, pecundang... ya begitulah kita.
karena persahabatan bukanlah tentang menyalahkan sikap, melainkan untuk meluruskan.
aku mencintai "kita" yang aku rangkum dalam sebuah nama persahabatan.

kemarilah, duduk bersama sama. sambil menunggu yang lain melemparkan senyumnya.
kita tertawa bersama, menangis bersama seirama jarum jam yang berjalan pelan. sejauh waktu yang kita tempuh.

sudah berapa kali panas dan hujan yang kita lalui bersama? berapa kali senyum, tawa dan tangis yang mengendap dibalik cerita kita? berapa bait doa yang terucap atas nama persahabatan? pernahkah kita menghitungnya? ah sudahlah, terlalu banyak jika diakumulasi :D


terima kasih sahabat.
#salam.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar