Selasa, 10 Desember 2013

rinduku berdalih

entah apa arti rindu, saya hanya tidak ingin buru-buru berbicara tentang definisi rindu di prolog ini.
saya lebih memilih untuk berhati hati dalam berbahasa, mengungkapkan apa yang menjadi perbincangan akut dalam otak saya. bukan , lebih tepatnya mungkin hati. ya sudahlahh, dalam hal ini lagi lagi hati memenangkan perannya dalam mempengaruhi kehidupan manusia.
kusandarkan tubuhku pada dinding yang begitu kokoh, kuselonjorkan kaki di sela langkah-langkah yang tak terarah.aku lelah, tapi bukan untuk menyerah . aku rindu tapi tidak ingin mengadu.
terima kasih Tuhan, masih Kau beri aku kenikmatan untuk hidup.
beberapa bulan yang lalu, oktober tepatnya. di tanggal kelahiran saya, saya menjumpai kontradiksi yang lagi-lagi membuat hidup saya kebingungan. i was happy at that time, but i was really had lowspirited too. entah apa yang terjadi saya tidak bersemangat saat itu. tapi saya masih harus bersyukur Tuhan telah memberikan orang-orang yang sangat menginspirasi hidup saya. di saat itu saya benar-benar belajar arti dari sebuah waktu, pengorbanan, dan kasih sayang.
 itu benar, dan saya yakini saat itu saya menangis. menangisi kebahagiaan dan kesedihan yang bergumam jadi satu.
dari sekian kebahagiaan yang aku temukan di hari itu, ada salah seorang teman yang benar-benar membuat saya menangis haru. maaf sekali lagi, saya tidak sedang mengadukan kesedihan saya, dan saya juga tidak peduli kalau ada yang mengatakan saya galau, hehe.
i'm just happier every day.
saat itu dia mendatangi kampus saya hanya untuk bertemu dan meminta waktu saya sejenak. kedatanganya seketika membuatku terkagum. dan terima kasih saya tak pernah putus bahkan hingga detik ini saya menulis.
dia memberi saya sekeping disc yang begitu sederhana, tetapi di dalamnya.... saya bahkan hampir tidak bisa menjelaskan apa yang saya rasakan saat itu.
sebuah motivasi, memori yang harus selalu aku ingat, dan yang jelas wujud kasihnya kepadaku :)
terima kasih kawan Dara skolastika. rinduku ini untuk kamu, dan mereka yang ada dalam disc itu.
GBU













ya, aku tidak pernah ragu menjadikan mereka semua sahabat- sahabat yang begitu berharga, dan percaya atau tidak mereka lah kekuatanku :)


Kamis, 28 November 2013

rindu :)

helooo guys, so long i haven't seen you. sebuah catatan kecil yang dulu selalu mengantarkanku ke dalam dunia yang begitu damai. ketika tidak ada kata yang terucap, suara yang didengar, lalu hanya tulisan tulisan yang menjadi jawaban untuk hari yang begitu melelahkan.
Tuhan yang memang benar-benar tau bagaimana keadaanku saat ini. meski upayaku meyakinkan orang-orang di sekitarku bahwa aku baik baik saja dengan seluruh elemen kebahagiaan yang berusaha kutunjukkan pada mereka.
well, aku memang dalam keadaan baik. setidaknya kalimat itu cukup membuat diriku sendiri merasa harus selalu baik.
sampai suatu ketika, di saat yang begitu melelahkan. dipenuhi waktu yang sulit untuk hanya sekedar duduk melamun membuatku mengorek orek apa yang sebenarnya aku butuhkan di saat-saat seperti ini. hal -hal yang memang menjadi kebutuhan mutlak dalam kehidupan ini, yang mungkin saja aku hampir kehilangan semua itu. di saat yang bersamaan aku menemukan wacana ini
Saya mengaguminya, mengagumi apa yang telah ia kerjakan dan apa yang telah ia capai. Di masa-masa sulit ia berdoa: "Beri aku teman-teman yang membuatku selalu kuat menangani urusan-urusanku, dan memudahkanku mewujudkan apa yang bermanfaat bagi orang banyak."

teman-teman adalah alasan mengapa aku harus sehat dan kuat setiap harinya. tawa mereka, ketersediaan mereka menerima kehadiranku. semangat dan celetuk canda dari mereka dikemas dalam haru yang begitu kurindukan setiap harinya. aku butuh teman, bukan yang selalu ada di sampingku. tapi dia yang menengok sebelum aku hampir terjatuh. karena kebesaran seseorang terletak dari siapa teman sejatinya :)
untuk semua teman yang selalu kurindukan, jadika doa yang menjembatani kerinduan dan harapan kita .


Jumat, 04 Oktober 2013

rumah yang menanti kepulanganmu

aku akan sedikit bercerita. sebenarnya banyak hanya saja aku tidak ingin dikatakan terlalu banyak ngomel disini :)
dan secara terang-terangan aku akan berbagi mengenai sesuatu hal yang saat ini menimpaku pun beberapa orang di sekitarku.
berbicara tentang sebuah rumah yang tertumpuk puluhan rindu ( mengapa dikatakan puluhan karena aku tidak ingin menyebutnya terlalu banyak )
tentang sebuah nama yang tercipta untuk menyatukan dua latar belakang pemikiran yang berbeda.
tentang sebuah tempat yang menyimpan impian-impian kreatif anak muda.
mengenai hidup dan hidupnya para pejuang impian.
tentang rumah yang senantiasa menanti kepulanganmu.
dialah Rumah Seni.

aku tahu, bahkan sangat tahu. atau mungkin ada beberapa hal yang belum kuketahui dan aku berdoa semoga Allah memaklumi itu.
aku menyadari satu hal, bukan ingin disebut sebagai yang berwenang disini. karena aku adalah bagian dari mereka. sama-sama berjalan dengan mereka. anak-anak muda yang mengajarkan banyak hal kepadaku. tentang bagaimana mengontrol diri, bagaimana menjadi seorang pemimpi yang tak kenal rasa takut.

kemarilah kawan, lirihkan suaramu. dan mari kita berbicara sungguh-sungguh.
Rumah Seni sedang kehilangan nahkodanya, buka satu atau dua orang. melainkan kita semua adalah nahkoda dari pelbagai sisi rumah ini.
aku tidak perlu mengetuk pintu hati kalian satu per satu.
karena aku tau ini tidak mudah, dan kita terlalu muda untuk menyelesaikan hal pelik ini dengan cepat.
mungkin kalian akan berpikir yang kukatakan tidak akan ada gunanya.semuanya omong kosong.
dan sekali lagi maafkan upayaku ini. ketika dirasa tidak ada manfaatnya, aku tidak keberatan kalian menutupnya.

jujur saja, aku sedang memarahi diriku sendiri. aku berusaha menemui orang-orang baik dan meminta mereka "menamparku". bahwa ternyata diri ini masih jauuuuuuh sekali dari yang namanya kebaikan. aku sadar betul, aku ini rapuh dan justru dikuatkan karena ini.

berkali-kali aku menemukan orang menanyakan kabar rumah ini, dan kalian tahu, aku harus memunafikkan diri dengan mengatakan kita selalu baik-baik saja. itu doaku dan pasti aku yakin ini adalah bagian dari doa kita semua. aku merasa sangat berdosa ketika mengakui hal yang tidak sebenarnya terjadi. dan itu sungguh menyakitkan. tetapi rasa sakit itu kemudian berubah menjadi bulir bulir doa ketika ada juga beberapa orang mengatakan padaku, sukses ya buat rumah seni .

Menyakitkan memang, ketika orang menilai kita begitu baik, kita tampak sempurna di mata mereka. kita tampak begitu solid di pikiran-pikiran mereka tapi kenyataanya kita sedang rapuh. kita sedang berada pada titik kejenuhan. dan kita mengahadapi permasalahan yang begitu memuakkan .

ada orang yang secara tegas mengatakan ini padaku, "jangan merasa dirimu selalu benar, kamu salah! selalulah merasa salah. karena kesalahan membukamu kepada satu pintu kebaikan"

dan sekali lagi maafkan aku kawan, aku sedikit kehilangan semangatku. hanya ini yang bisa aku lakukan. aku tidak cukup berani berteriak di hadapan kalian, menggertak kalian untuk kembali pulang. karena aku tau, aku tak memliki kemampuan untuk itu.
tetap jaga kesehatan ya, aku merindukan kalian.
selipkan doa kalian untuk rumah seni.

sedikit mengutip catatan pak arief budiman:

''Tuhan, Engkau baik hati meskipun kadang kurang ajar. Saya tahu Engkau tidak akan menghadirkan keajaiban pada hamba-Mu yang lemah. Karena itu, saya tidak menyerah.'' 

tengoklah rumah yang menanti kepulanganmu :')

salam kreatif dan rindu

Nia Oktaviana





Rabu, 02 Oktober 2013

dan inilah mantranya

aku kembali menyandarkan badan ke dinding kayu dan membalik halaman diary-ku yang kosong. aku bubuhkan tanggal hari ini. aku tarik napas panjang dan aku mulai menggoreskan penaku :

hidupku selama ini membuat aku insaf untuk menjinakkan badai hidup, "mantra" man jadda wa jadda saja ternyata tidak cukup sakti. Antara sungguh-sungguh dan sukses itu tidak bersebelahan, tapi ada jarak. Jarak ini bisa hanya satu sentimeter, tapi bisa juga ribuan kilometer. jarak ini bisa ditempuh dalam hitungan detik, tapi bisa juga puluhan tahun.

jarak antara sungguh-sungguh dan sukses hanya bisa diisi sabar. Sabar yang aktif, sabar yang gigih, sabar yang tidak menyerah, sabar yang penuh dari pangkal sampai ujung yang paling ujung. sabar yang bisa membuat sesuatu yang tidak mungki menjadi mungkin, bahkan seakan-akan itu sebuah keajaiban dan keberuntungan. padahal keberuntungan adalah hasil kerja keras, doa, dan sabar yang berlebih-lebih.

bagaimanapun tingginya impian, dia tetap wajib dibela habis-habisan walau hidup sudah digelung nestapa akut. Hanya dengan sungguh-sungguhlah jalan sukses terbuka. Tapi hanya dengan sabarlah, takdir itu terkuak menjadi nyata. Dan Tuhan selalu memilihkanyang terbaik dan yang paling kita butuhkan. Itulah hadiah Tuhan buat hati yang kukuh dan sabar.

Sabar itu awalnya terasa pahit,tetapi akhirnya lebih manis daripada madu. Dan alhamdulillah, aku sudah mereguk madu itu. Man Shabara Zhafira. Siapa yang sabar akan beruntung.

AF- Ranah 3 warna

selamat pagi, kenangan .

tidak mengherankan, sudah berkali kali aku membuka blog ini tapi tak juga aku tulis sedikitpun kata disini.
tiba tiba ada sebuah reminder, yang memanggilku untuk kembali menyentuhmu.
secangkir susu tiap pagi sebagai pengganti sarapanku.
segelas air putih (meski aku tidak biasa) tapi sekarang mulai membiasakan setiap pagi, karena apa? ya, sudah dari september awal lalu hingga sekarang aku sedikit terganggu dengan yang namanya batuk. entahlah aku pikir ini sebuah peringatan bodoh untuk istirahat tapi tak pernah kuindahkan.

mungkin ini akan menjadi awal bagiku, kembali kepada diriku yang dulu. saat aku tidak memiliki tempat untuk berbagi.  tempat yang selalu menerimaku, meski kadang sering terlupakan .

jujur saja, aku sedang tidak dalam kondisi yang baik. dan mungkin beberapa orang yang sering berinteraksi denganku akan menegurku, beberapa yang lain akan diam karena itu bukan urusan mereka atau mungkin lelah menegurku. itu bukan menjadi masalah.

aku harus kuat, meski saat ini sedang rapuh,
aku harus sehat, meski saat ini aku sedang sakit,
dan parahnya, saat ini aku merasa sendiri. 
aku kehilangan separuh kekuatan yang dulu utuh aku miliki.

setidaknya bersyukur masih menjadi kekuatan bagiku.
selamat pagi, kenangan .





Sabtu, 22 Juni 2013

LINGKAR USIA


Kusematkan rindu pada daun-daun yang mendongak
Menunggu hujan yang menitikkan rasa
Aku kian membisu
Terjerumus pada usia yang semakin maju
Menertawai nafsu , terkungkum dalam tumpukkan rindu
Bibirku terpaku, tak lagi mampu ciptakan senyum malu
Hilangnya masa kekanakan yang meletupkan rasa ingin tahu
Kusadari, aku telah terpenjara
Terpasung bersama ribuan penari ulung
Berdansa di atas lingkar usia
Memastikan dunia yang sedang berbicara
Bahwa usia kita tak lagi muda.

Menunggu pada sepotong senja


Kamu, dengan gamang menatapku.

Sorot matamu yang lemah ,
Isyarat rindu yang tak pernah lengah

Membiarkan waktu terus memanggilku

Menggelitik dalam tangisan hujan

Wajah cinta yang kau temukan dalam diriku
Kau aduk dalam manisnya senja yang merekah

Senyummu menitik pada setiap lukisan senja

Bertabur guratan tawa yang memberi rasa pada jingga

Jangan menatapku terlalu dalam, seakan aku hampir tenggelam

Dalam luapan kasih yang kau tumpahkan, karna tak sanggup kau menyimpannya
Biarkan Tuhan menjadi saksi, dalam jarak yang tak terlihat oleh batin kita
Biarkan waktu yang memberi arti, dari menunggu sebuah keabadian.


Masihkah kau menungguku? seperti senja yang menunggu malam?

Akankah kau tetap mencintaiku? Seperti senja yang setia kepada jingga?

Pada sepotong senja yang tersipu malu, aku mencintaimu tanpa ragu.
Cinta, tetaplah menjadi lelaki di ujung senja.

Jumat, 12 April 2013

Akhir Masa Sekolah

"selalu ada akhir dari sebuah awal, selalau ada rindu di balik sebuah pertemuan"

jika berbicara tentang akhir maka kita akan kembali kepada masa masa dimana awal menjadi bagian paling penting untuk menuliskan sebuah cerita . setiap orang pasti akan merasakan bagaimana sulitnya mengakhiri apalagi untuk sesuatu yang membahagiakan. karena hal yang paling menyedihkan dari sebuah kebahagiaan adalah mengetahui bahwa semua itu akan segera berakhir.
berbicara tentang akhir, apalagi akhir masa sekolah.... entah harus bahagia atau sedih, lega atau justru bertambah tanggung jawab yang lebih besar. pastinya kita akan diberi pertanyaan yang lahir dari dan untuk diri sendiri. akan menjadi seperti apakah kita setelah ini? setelah menyandang gelar "lulus". itu bukan hanya sekedar pertanyaan, melainkan tanggung jawab mengenai apa yang saya dapatkan selama sekolah, apa yang saya pelajari dan bagaimana diri ini menjadi seseorang yang pantas dikatakan seorang pelajar.
disini saya tidak akan berbicara tentang mimpi, tidak akan menagih semua mimpi mimpi yang lama kita tanamkan dalam hati yang terkadang lupa terpelihara komitmen dan janji janjinya. seiring berjalannya waktu, semasa sekolah kita justru terbuai dalam nilai yang membius sebagian angan angan masa kecil kita, oleh karena itu agak sungkan saya jika membahas mimpi yang terkesan labil di usia yang semakin dewasa ini. karena mimpi adalah tanggung jawab masing masing dari kita, selebihnya biarkan Tuhan dan orang orang di sekeliling kita menjadi pemacunya.

saya hanya ingin membahas bagaimana nikmatnya menjadi seorang pelajar. rasanya bertemu dan dididik oleh guru yang super menyebalkan.sedihnya mendapat rengking paling akhir atau bahagianya merasakan kedengkian saat mengetahui teman kita dapat nilai sempurna, buku pelajaran tertinggal dan kena marah guru killer, ulangan clingak clinguk mencari contekan, presentasi gagap dan gugup tidak karuan, disuruh menjelaskan materi pelajaran ketika kita sedang dilema antara ikhlas tidur atau meratapi rasa kantuk , ya itulah bagian dari mekanisme pendidikan. sebagian besar waktu yang kita habiskan di sekolah, bukan untuk mengejar mata pelajaran yang mengunci rapat rapat senyum kita, melainkan begitu berharganya waktu tersisa hanya sekadar tertawa berkumpul dan bercerita tentang kisah hidup masing masing. ya, sekolah adalah belajar tetapi tidak hanya untuk mempelajari setiap detil pelajaran yang menjemukan. maaf, saya tidak sedang mengajarkan untuk menjadi pelajar yang bodoh dan menyianyiakan biaya orangtua. karena bagi saya pribadi, hal terbaik yang bisa saya lakukan untuk orang tua saya adalah menjadi anak yang baik , bukan pelajar yang pintar dan berprestasi.

keinginan untuk segera lulus pasti ada, sangat ada. mengingat betapa uhmm "complicated" nya segala macam urusan di sekolah. saya sangat ingin menyandang gelar lulus. melanjutkan hidup ke era yang lebih baik, dalam pemikiran yang lebih dewasa. bertemu dengan orang orang baru pastinya. tetapi yang jelas, sekolah saya saat ini sungguh luar biasa. memberi kesan baik tersirat atau tersurat. pahit dan manis. luka dan tawa.muak dan rindu. bagaimanapun, saya bertemu dengan orang orang baik disini. belajar dari orang orang yang luar biasa. dan itulah yang memacu saya untuk menuliskan ini dalam hati bahwa "bodoh, kalo setelah saya lulus dari sini, saya tidak menjadi apa apa".
selebihnya, rindu yang tak terkira jika suatu saat nanti saya tidak lagi menginjakkan kaki setiap paginya untuk memasuki gerbang penuh cerita, di sekolah tempat semua kenangan tercipta dan kita bisa belajar banyak hal dari rasa sakit dan bahagia di dalamnya.

Tuhan memang sedang menggodaku


Ada hari-hari dimana keburukan seperti mengumpul dan menjadi palu godam yang menghantam nasibmu.

Ada hari-hari dimana engkau merasa telah melakukan segalanya sebaik-baiknya, mengikuti dengan hati-hati semua jalan Tuhan, tapi yang engkau terima adalah dukacita.

Ya, secara kemanusiawi kita wajar berteriak histeris, memaki-maki, dan mempertanyakan dimana keadilan Tuhan. Ya, sebagian besar orang yang pernah hdup di muka bumi ini akan melakukan hal yang sama, untuk semua hal buruk yang terjadi maka jawaban yang paling masuk akal adalah menyalahkan apa saja, siapa saja, selain diri sendiri tentu saja.

Tapi jika engkau memilih menerima dengan besar hati dan bersyukur atas semua 'keburukan' yang terjadi, akan engkau temukan di akhir hari bahwa Tuhan hanya menggoda.

Kutipan di atas adalah bentuk kekaguman saya kepada Bapak M.Arief Budiman, dialah penulis buku “Tuhan Sang Penggoda” yang sempat menyita perhatian saya. Membuat saya rela menghabiskan waktu untuk menelan kalimat demi kalimat yang terkandung dalam buku tersebut. Terima kasih untuk buku yang telah memberi saya sedikit garam ketika saya mulai merasakan hambar dalam kehidupan ini. Buku yang luar biasa menginspirasi bagi saya, entah bagi orang lain saya tidak cukup peduli, hehe.
Buku ini menjawab semua keraguan saya dalam menentukan jalan hidup, memberi gambaran tentang adanya cahaya ketika yang saya lalui masih saja seperti gelapnya gua tak bernyawa.Mengajarkan saya tentang bagaimana mengerti maksud Tuhan, dalam segala hal, seperti ketika Tuhan disebut sebagai penggoda misalnya. Saya tidak tahu, entah kebetulan berjodoh atau bagaimana, saya seperti jatuh cinta pada buku itu, sejak membuka lembar pertama dan kemudian memberikan kesan yang begitu mempesona.
Mengesankan sekali jika saya diberi kesempatan membeli buku itu dengan harga yang sesuai kantong saya pastinya atau akan lebih luar biasa gembira jika ada yang memberi, hehe. Itu buku recommended! Buat saya pastinya :)

Selasa, 02 April 2013

secangkir rindu

saya tahu mungkin ini bukan waktu yang tepat untuk mengaduk aduk rindu yang telah lama mengendap.
pagi seharusnya menjadi saat seluruh nafas kembali terlahir, seluruh tawa kecil kemudian mulai dibangun dan sebuah mimpi mimpi besar dikemas dalam rangkain doa yang pada akhirnya kita hanya berserah kepada yang memberi hidup.
"saya rindu menulis"....
begitu yang disampaikan secangkir kopi yang didalamnya mengendap bulir bulir rindu. membuat saya eneg dan membiarkannya tenang memelototin saya.
beberapa waktu yang lalu, saya memutuskan dan saya pikir itu salah satu keputusan bodoh yang saya ambil. ketika pikiran, hati dan parahnya jiwa sedang tidak dalam kondisi baik. keputusan bodoh untuk tidak melanjutkan menulis di blog ini.
beberapa hari saya jalani tanpa suara suara rayuan yang lahir setiap malam "menulislah..."
pada saat itu, telinga tak dapat mendengar dengan jelas desahan malam yang meminta dibuatkan puisi.
atau rintihan tangis hujan yang berharap aku kembali memeluknya kala itu.
mata yang pada saat itu dibutakan, tidak bisa melihat segala bentuk keindahan, tawa dan tangis dari mereka yang rindu kepada makhluk gaib bernama cinta. mata yang berusaha melirik kesana kemari mencari celah dimana cintaku bersemayam. dan tidak kutemukan.
hati yang kata orang adalah organ tubuh paling lemah namun bisa menjadi yang paling kuat mempengaruhi jiwa seseorang, yang kala itu saya sangat merasakan benar benar lemah. sampai tidak tahu sebenarnya apa yang membuat saya berlama lama meringkuk dalam sebuah keputusasaan.
semua yang saya butuhkan pada saat itu sedang tidak berfungsi sebagaimana mestinya dan memaksa saya beristirahat dalam diam tanpa menulis.

kini, saya merindukan kembali saat dimana saya bangun, dan yang kutemukan adalah nafas untuk menulis lagi.
selamat datang kembali semangat. secangkir rindu yang sudah saya persiapkan untukmu. kita minum kembali bersama sama di pagi yang semu ini. dan saya sudah siap untuk jatuh cinta lagi :)

Jumat, 22 Februari 2013

mencari diksi "kita"

aku hanya butuh waktu kalian tidak lebih dari 15 menit, untuk benar benar mengerti apa yang akan aku tulis.
ini semua tentang bagaimana mencari diksi "kita" dan bagaimana menyatukannya. mungkin bahasa dari kata adalah lalu lintas yang paling tepat ketika waktu 15 menit terlalu berharga jika digunakan untuk mendengar orang lain berbicara.
"kita" adalah tentang aku, kamu dan kalian. tentang sebuah persahabatan dengan awalan yang begitu indah. seindah ketika seorang ibu yang melahirkan bayinya. awal yang indah selalu menghadirkan akhir yang indah . begitu sebaliknya.
aku, tak pernah menjadi "kita" , tanpa kamu dan kalian.
kamu, tak pernah menjadi "kita" , tanpa aku dan kalian.
kalian, tak pernah menjadi "kita" , tanpa aku dan kamu.
jadi, "kita" adalah tentang bagaimana menyatukan ketiga diksi itu menjadi sebuah ikatan yang tak pernah putus.
dan jika salah satu dari mereka hilang, maka segalanya tak lagi utuh. bahagiaku tak sempurna. sedihku tak tersampaikan. resahku tak bisa tergantikan oleh kebahagiaan apapun, kecuali hadirnya kembali sosok yang hilang itu.
sebuah persahabatan tak akan pernah putus sampai kapanpun. bahkan ketika aku, kamu dan kalian sudah berada pada dunia yang berbeda dalam dimensi waktu yang terpaut jauh.
sahabat, adalah dia yang tanpa meminta maaf sudah bisa memperbaiki keadaan,
tanpa pernah bosan mendengar ribuan cerita yang sama dalam sehari
yang rela melafalkan doa untuk sang pemilik nama "sahabat"
hapus air matamu kawan, kita semua lahir dalam benih kasih sayang Tuhan.
kebersamaan adalah diksi paling tepat yang mencairkan bekunya sikap kita masing masing
egois, munafik, pengecut, pecundang... ya begitulah kita.
karena persahabatan bukanlah tentang menyalahkan sikap, melainkan untuk meluruskan.
aku mencintai "kita" yang aku rangkum dalam sebuah nama persahabatan.

kemarilah, duduk bersama sama. sambil menunggu yang lain melemparkan senyumnya.
kita tertawa bersama, menangis bersama seirama jarum jam yang berjalan pelan. sejauh waktu yang kita tempuh.

sudah berapa kali panas dan hujan yang kita lalui bersama? berapa kali senyum, tawa dan tangis yang mengendap dibalik cerita kita? berapa bait doa yang terucap atas nama persahabatan? pernahkah kita menghitungnya? ah sudahlah, terlalu banyak jika diakumulasi :D


terima kasih sahabat.
#salam.


retorika hujan

entah sudah berapa kali puisi tentang hujan yang tercipta dari bahasa yang tak terucap. demi menghargai upaya Tuhan meniadakan resah dan amarah tentang suhu bumi yang tidak lagi bersahabat. hujan, sesederhana ketika aku hanya duduk memandangmu. melarang kedua mataku beranjak ke tempat yang sedang menitik oleh tetes tetes air mata Tuhan. membentuk sebuah lingkaran keabadian tentang cinta yang tak pernah putus dari Tuhan kepada hambaNya.
eh Tuhan tidak sedang menangis. Tuhan juga tidak sedang tertawa terbahak bahak hingga menurunkan kadar keagunanNya. hujan hanyalah proses Tuhan yang sedang memberi kemudian diterima dengan baik oleh manusia, tapi terkadang juga tidak.
artikan saja hujan dengan sederhana, kalian paham maksudku?
jika tidak berarti bagi kalian hujan itu terlalu indah untuk diartikan dalam kamus manapun. yang pada akhirnya hanya timbul sebuah hujatan tentang hujan.

saya gak mudeng nulis apaan, saya cuma cinta hujan. utdah itu doang. kompleksnya silakan renungkan :) 

Kamis, 07 Februari 2013

sang berdikari

bukan tentang hukuman pasung yang lama mengungkung kemudian dilepas.
bukan tentang bagaimana aku berlari menembus mimpi tanpa batas kaidah yang mengikat.
bukan untuk berusaha lari dari kenyataan akan dunia yang fatamorgana.
dan juga bukan karena ingin merasa rindu dan dirindukan oleh kehidupan masa kecilku.
ini hanyalah pergerakan hati yang berusaha keluar dari wilayah aman.
tempat segala keinginanku terjamah.
dimana aku hanya bisa berteman dengan segala puisi
yang bila dibiarkan terlalu lama akan luntur termakan jaman.
mencumbui waktu di malam hari merintih pada Sang Ilahi .
mencari sejuta kebahagiaan di jagat negeri yang mengintip jendela kamarku.
tempat aku menidurkan segala mimpi mimpiku.
merebahkan jiwaku pada perasaan pasrah selepas berjuang seribu langkah.
aku tidak sedang terikat oleh perasaan apapun,
tak juga ada kebencian yang mematri anganku.
aku hanya ingin bebas. berdiri layaknya sang berdikari.
melangkah pasti pada mimpi yang kuyakini.

Senin, 04 Februari 2013

Terakhir

kuharap ketika tulisan ini terbaca oleh sekian pasang mata yang masih peduli kepada makna dari kata kata, aku hanya ingin kalian tak lagi terbawa dalam suasana yang aku tulis. tetaplah kepada perasaan Anda hari ini dan saat ini juga sebelum aku membawa kalian kepada duniaku yang ingin kuakhiri.

baiklah, entah berapa macam kejadian yang aku lalui akhir akhir ini. perasaan yang tak bisa aku jelaskan. aku benci keadaan ini. saat diriku sendiri pun tak tau apa yang sedang aku rasakan. lalu, bagaimana aku bisa bercerita kepada orang lain dan juga kepada blog ini?

aku tak pernah mendapat jawaban pada saat itu. berpuluh puluh menit aku habiskan untuk diam tanpa menulis. itu durasi terlama bagiku tanpa mengungkapkan sedikitpun perasaanku.

perasaanku sedang bertengkar hebat dengan otakku. keinginanku tak lagi bersahabat dengan kenyataan. aku bingung. dan aku tak punya tempat untuk meneriakkan seluruh isi hatiku. tak ada seseorang yang menyediakan telinganya untukku. bibirku terlalu beku untuk mencairkan sebagian rasa yang ingin terucap. sampai pada akhirnya air mata ini jatuh kepada orang orang dan di tempat yang tidak semestinya melihatku tampak begitu buruk. buruk! sangat buruk! hingga aku terlalu sulit mempercayai bahwa inilah aku yang seburuk ini.

mungkin ini adalah sebuah epilog dari rangkaian tulisan yang menginap terlalu lama dalam blog ini. aku hanya ingin mengakhiri yang biasanya aku lakukan pada blog ini. sebelum nanti aku benar benar tak lagi menulis untukmu, aku masih berjanji pada diriku untuk menuliskan 3 hal di blog ini. dan 3 hal itu masih dalam batas pemikiranku. sesegera mungkin aku postkan disini. segera! karena terlalu lama hanya akan membuatku lebih buruk lagi.

terima kasih kepada seluruh pembaca yang menyempatkan waktunya untuk menghargai tulisanku.
disinilah tempatku memulai berangan angan menjadi penulis maka disini pula aku mengakhirinya.
sampai waktu benar benar memberi jawaban atas segala yang sedang mengganggu pikiranku.

3 hal yang akan aku tuliskan setelah postingan ini boleh berisi tentang yang ingin kalian baca. jadi jangan segan untuk memberi ide. terima kasih sekali lagi.

pamit
#the great words


Kamis, 17 Januari 2013

eh sudah pagi

di sudut kanan bawah tertulis 17 Januari 2013 , 3.27 AM.
sebuah pengingat bahwa saya sudah memandang layar 16" ini selama kurang lebih 2 jam.
bukan waktu yang lama tapi yang membuat terkesan aneh adalah segala bentuk aktivitas ini dilakukan saat semua orang di rumah sedang tertidur.  atau seluruh penghuni di Indonesia sedang bercumbu dengan mimpi mereka masing masing. dan aku malah asik memainkan jemariku, menari di atas keyboard dengan 86 kotak kecil yang rela ditindas meski ada yang beruntung tidak mendapat bagian itu.
[enter].....
[spasi].....
sebuah jarak yang jadi selingan antar kata, kalimat dan bahkan paragraf yang aku tulis. setidaknya membuatku seidkit bernapas di antara himpitan kata-kata yang mendesak otakku.
baru saja aku memenuhi tanggung jawabku sebagai hamba yang takut sama neraka, trus dilanjutkan nulis puisi yang temanya anak jalanan. puisi itu dibuat berdasarkan tantangan yang diajukan temen , namanya hardi orangnya pelit dan aku harap kalian tidak mengenal beliau lebih jauh. jangan !
dan yang terakhir aku mau melanjutkan segenap mimpiku buat nerbitin buku. masih on the way jalan ceritanya. jadi saya gak bisa ngasih bocoran,hehe.
doakan saja semoga membuahkan hasil. dan layak terbit. aamiin.

tidur seolah kita sedang mengumpulkan keping keping mimpi, tetapi bangun adalah saat dimana kita membangun mimpi mimpi tersebut.

good night.... eh good mornig.
see you next with a beautiful day.
saya mau tidur, mata sudah tidak bisa diajak kompromi.
bye :)