Sabtu, 08 Desember 2012

jika ini tulisan terakhirku

anggap saja ini tulisan terakhirku. entah benar atau tidak. hanya sepenggal takdir yang mampu menuliskannya. ketika mataku terbuka dan aku menyadari bahwa kegiatan bernafas masih menjadi aktivitas pertamaku untuk melanjutkan hidup meskipun hanya untuk sekian detik lagi.
oh aku masih hidup? itu rahmat, itu hadiah dari Tuhan.
tapi aku selalu berpikir, jika saja hari ini. ketika untaian kata tertulis dalam nada nada ketakutan. ini adalah rasa takutku yang terakhir. karena esok tak ada lagi rasa takut. semua tenggelam bersama rasa sakit .saat nyawa ini menembus batas dua dunia. hidup dan mati. hidupku tak lepas dari prasangka untuk menghadapi kematian. ya.. pikirku tiap harinya adalah kematian bagiku. setiap hari pikiranku dihantui oleh perasaan untuk mati. ya menunggu kematian !
jika saja ini memang tulisan terakhirku. aku bersyukur masih diberi kesempatan berbagi duniaku dalam rangkaian kata yang lahir dari perasaan takut . aku hanya ingin berbicara kepada semua orang. saat mereka sedang asyik menikmati dunia yang baik atau dunia yang kebetulan hanya berpura-pura baik.
setidaknya aku akan bahagia saat sebelum kematian itu tiba aku sempat mengatakan ini kepada dunia. dunia yang dihuni oleh jutaan manusia yang sejatinya memiliki tujuan yang sama. MATI! itulah puncak dimana tujuan mereka akan berlabuh.
anggap saja ini tulisan terakhirku sebelum nanti kalian tahu aku tidak lagi bisa memandang kalian dengan tatapan haru. tidak lagi bisa tertawa bersama menghabiskan asa. tidak lagi sanggup bangun mewujudkan mimpi yang belum sempat kita nikmati. mungkin esok adalah akhir. akhir perjuanganku memanfaatkan nafas yang Tuhan beri. anggap saja esok adalah kematianku. akhir dari kata yang selalu aku rangkai. dalam balutan malam yang beku dan sepi.karena esok, aku sudah bisu dan terdiam. hanya tulisan ini yang bicara. itulah mengapa aku sering menyebut bahwa diam adalah caraku berbicara. karena suatu saat nanti aku akan terdiam untuk selamanya. dan tulisanku akan berbicara. ya cuma itu impianku. masih tetap hidup saat dunia sudah mengakui kematianku. sudah tak menganggapku penghuni makhluk di dunia. hadirku sudah semu, tak lagi tampak nyata dan ada.
dan terakhir ..jika memang benar ini sungguh menjadi tulisan terakhirku. terima kasihku kepada kalian mengalir di setiap doa yang nanti akan mengantar kepergianku. doa kalian mengalir bersama rasa terima kasihku. aku tahu, kalian adalah manusia manusia yang patut mendapat ucapan terima kasihku. meski tak kalian dengar, kalian pasti tahu. saat aku dipanggil oleh Tuhan, jarak antara aku dan Dia semakin dekat. aku bisa minta tolong kepadaNya untuk menyampaikan terima kasihku kepada kalian. entah dengan cara apa Tuhan menyampaikannya.
terima kasih ibu, jujur aku kesulitan merangkai kata untukmu. karena pikirku kata kata seindah apapun tak mampu menandingi cinta dan pengorbananmu. terima kasih untuk nafas yang kau hadirkan untukku. nafas untuk selalu mendoakanku dalam setiap sujudmu.
terima kasih ayah, meski singkatnya waktumu menemani hidupku. aku tahu, ayah selalu dekat dengan Tuhan, lalu meminta Tuhan untuk selalu mengasihiku.
terima kasih semua saudaraku. yang menjadikan pertalian ini sebagai lambang kehidupan yang terkadang tampak begitu rumit. kita setiap hari telah belajar menyatukan pribadi yang berbeda menjadi sebuah kata yang berarti erat yaitu "keluarga". aku beryukur memiliki mereka.
terima kasih untuk sahabatku dan siapa saja yang menganggap aku adalah sahabat kalian. aku tahu kalian memiliki kehidupan sendiri. yang terkadang sulit untuk bisa berbagi bersamaku. aku menyadari. kini aku belajar menghargai arti kalian. yang bukan hanya sahabat yang dekat. tapi sahabat yang baik. tak ada yang abadi memang, tapi aku tak pernah berharap persahabatn kita berakhir hanya karena kematian. bagaimanapun kalian, aku berterima kasih memiliki kalian.

mungkin ini saja sudah cukup mewakili perpisahan terakhir jika seandainya besok aku tak bangun untuk membuka mata lagi. inilah akhir dari segala kehidupan.jika memang aku mati, tolong jangan pernah menganggapku mati. aku bisa sedih nanti.........

aku mencintai dunia yang sementara ini.


2 komentar:

  1. aduh, masih muda dan sehat kok sudah bicara soal mati.

    berani mati itu mudah, bahkan banyak orang yang sengaja menantang kematian.

    yang hebat itu justru yang berani hidup, karena sangat sedikit orang yang berhasil menjawab tantangan hidup.

    jadi, ayo, selagi masih diberi nafas untuk hidup, lihat tantangan di depan, jawab semuanya sekarang. itu bukti bahwa kita berani hidup, tidak hanya berani mati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. hehe pasti itu Pak,berjuang untuk hidup dan hidup itu menunggu mati. jadi sebelum menunggu saat itu tiba kita harus hidup sebaik mungkin.karena bicara soal kematian kan tidak kenal muda dan sehat Pak.

      Hapus