Selasa, 02 Oktober 2012

Terlambat

harusnya puisi ini aku kirim pada lomba yang deadline nya adalah bulan Agustus saat hari kemerdekaan. Atau kalau tidak ya aku postingkan pada blogku saat masih hangat hangatnya hari kemerdekaan. berhubung saya lupa, banyak pikiran dan sedikit mengabaikan tulisan ini, baru kesampaian deh untuk posting ni tulisan. dan berhubung internet aksesnya unlimited satu bulan :D. lets check cek cek...


Tengok Negeriku

Sorot mentari memancarkan sinar keagungannya pada negeri
Dedaunan menari di atas ranting-ranting pohon yang tumbuh bersama keabadian
Cakrawala langit telah melukiskan kekayaan Indonesiaku
Di tanah lapang terukir jejak kaki pahlawan-pahlawan bangsa
Kini, buka pintu hati dan lihat dengan mata telanjang
Jejak kaki pahlawan kian terhapus oleh debu-debu Zaman yang menutupinya
Langitpun suram tertutup asap tebal yang bergulat bersama kebencian
Daun-daun lelah menari bersama ranting-ranting pohon yang rapuh
Hanya kegelapan karena mentari malas menyorot sudut negeri ini
Mari tengok Negeri yang masih menyimpan keindahan
Masih adakah puing-puing kebahagiaan di Negeri ini?
Jawabannya akan lahir bersama tanggung jawab kita
Ukir kembali jejak kehidupan penyelamat bangsa
Hapus noda-noda yang terlanjur berkarat di keemasan nama Bangsa
Tulis kembali di atas kertas putih tentang tujuan bangsa yang sempat terhapus
Dengan tinta semangat yang berkobar di setiap mimpi yang tertulis
Ambil langkah tuk mengukir sejarah baru
Pada pencapaian tiada batas tentang masa depan bangsa
Agar matahari kembali dengan riang
Daun-daun mulai tersenyum di atas ranting-ranting kokoh
Langit menggulung asap tebal dan menggantinya dengan warna yang cerah
Dan terlukisnya kisah-kisah perjuangan bangsa di atas tanah yang subur
Kembalilah Indonesiaku, bawa kami bersama keindahanmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar