Jumat, 12 Oktober 2012

begini rasanya

ada hal yang membuatku ingin menuliskan sesuatu di sini.
sebuah rasa yang kusembunyikan saat aku tahu diriku berada di kondisi yang tidak cukup baik.
aku iri pada mereka. meski sebenarnya aku tahu, rasa iri hanya akan membawaku kepada jurang ketidakpuasan akan nikmat Tuhan selama ini. dengan begitu banyak dan tanpa batas.

aku menyadari, begini rasanya.
tepat sehari yang lalu, dengan munculnya nikmat Tuhan (hujan) yang membawaku sampai di rumah seseorang yang sudah aku anggap sebagai adik. aku sangat mencintainya. aku harus melindunginya bagaimanapun keadaanku. rasa khawatir yang membawaku terbang ke tempat dia menghabiskan waktunya beristirahat.
dia menyambutku dengan heboh.
dengan muka sedikit menyesal dia berkata, " loh mbak nia kehujanan kan? tuh liat basah kuyub. tau kalo mau hujan kesininya besok besok aja"
aku tahu itu hanya pertanyaan dan kekhawatiran sederhana. tapi aku merasa berarti di sana.
"hehe, aku kan kesini buat kamu, kenapa harus batal hanya karena hujan?"

aku merasakannya.....
aku disambut seluruh penghuni tempat itu. dari yang gaib dan nyata, hehe.
saat itu mereka lagi asik makan, pas nawarin aku dengan gengsi aku bilang "udah makan dek di rumah" (padahal kondisi super lapar ). hehe maklum kebiasaan orang jawa dengan hati yang lembut :D. melihat mereka makan dengan lahap saja sudah membuatku kenyang.

hujan masih membuat mereka yang berada disitu sedikit berkeluh kesah.

"aduh, pakaiankuuuu "

"waaah kamarku bocor" (sambil menggulung kasurnya trus lari lari nyari wadah penampung kebocoran air hujan :D )

"eh gimana nih, kog airnya ngrembes"

"woy banjir banjir, selokan mampet mungkin" (semua peserta keluar dari kandangnya dan berlarian mencari tempat aman termasuk saya, hehe)

setelah dianalisis, ternyata ada yang tersumbat di selokan. dalam hitungan menit keadaan sudah kembali menjadi normal, alhamdulillah.


aku bisa merasakan..
begini rasanya hidup seperti mereka. hidup dengan keterbatasan fasilitas. keluarga yang jauh. aku yakin mereka pasti merindukan keluarganya. tapi aku melihat semua orang yang ada disitu hidup. masing masing dari mereka memancarkan cahayanya sendiri sendiri. aku iri keadaan mereka. begitu riang dan gembira.
aku harus belajar menghargai kehidupan dari mereka :')



Tidak ada komentar:

Posting Komentar