Rabu, 19 September 2012

Meraih Tawa

Dua gadis mungil itu mengingatkan aku , kala usiaku masih bisa tersenyum ramah pada dunia.
Di usia yang membuatku tak pernah berpikir terlalu serius mengenai apa dan bagaimana aku harus hidup.
aku tidak lagi bisa tersenyum seperti gadis berusia 5 tahun itu. entah apa yang membuatku begini. tampak tua dan membosankan.
sungguh ini adalah kelucuan. hingga aku tak bisa mendefinisikan tawa ikhlas yang sebenarnya.
dan aku tidak lagi bisa tertawa dengan baik saat jutaan manusia memaksaku untuk tersenyum bahkan tertawa.
aku hanya sedang rindu pada kebahagiaan yang membuatku nyaman untuk tertawa.

sangat nyaman.... hingga aku tak mempedulikan mereka yang melihatku.

tertawa memendarkan cahaya cahaya kebahagiaan yang menerangi kegelapan ini.

aku tegaskan bahwa diriku tidak sedang bersedih...
hanya belum tertawa dengan baik. dan masih mencari seberkas tawa yang menyebar di seluruh persimpangan kehidupanku.

simpangan yang berliku liku, hingga detik ini aku kesulitan menemukan tawa itu.

aku yakin tawaku masih tersimpan rapi di sana. di langit yang begitu luas. di awan yang membungkus kenangan indah hidupku.
ketika aku menatap langit, aku merasakan ....
tawa itu semakin nyata, namun mereka tak punya keberanian untuk kembali padaku
aku yang belum menerima kedatangan mereka, atau mereka yang masih malu kembali padaku.

langit, aku titipkan tawaku padamu. tempat yang paling aman agar mereka bisa beristirahat sejenak.
sebelum ada seseorang yang benar benar tulus mengambil tawaku lalu mengembalikannya padaku.
agar aku bisa kembali tertawa dengan sangat baik, layaknya gadis kecil yang menyambut kedatangan ibunya.
senyum dan tawa yang ikhlas, aku akan meraihmu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar