Minggu, 08 Juli 2012

Perpisahan Kala Senja



 Ku kayuh sepeda setengah tua

 Dimana tidak hanya ada bayangmu

Suaramu telah mengisyaratkan perpisahan
 
Senyummu pertanda inilah akhir pertemuan kita

Belum lama aku mengenal bahasa tubuhmu

Namun senja itu memberiku jawaban terhadap teka-tekimu

Kau janji kau akan kembali

Membawa mawar yang kau tancapkan di saku kemejamu

Lagi-lagi senja itu berkata inilah pertemuan terakhir

Namun kau kembali meyakinkan keraguanku

Lewat sebait puisi yang selalu kau ciptakan

Sebelum aku menepuk pundakmu di setiap awal perjumpaan

Kali ini kau sisipkan kata senja di judul puisimu
 
Di dalamnya kau berkata

Perpisahan paling indah adalah saat senja

Karena ketika kau berjalan menjauh dariku, bayangmu masih saja terlihat 

Kau tempatkan dirimu sebagai lakon utama puisimu

Kini kau menghilang bersama senja yang perlahan sirna berganti malam

Lalu aku merasa telah berpisah denganmu

Namun untungnya ini perpisahan yang indah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar