Rabu, 23 Mei 2012

Aplikasi Seven Segmen ATMega16 dengan CVAVR

Postingan kali ini bertujuan untuk memenuhi tugas yang diberikan oleh guru Jurusan mengenai ATMega16.
Dan materi ini diambil dari : http://kecoakacau.blogspot.com/2011/02/aplikasi-seven-segmen-atmega19-dengan.html.

Seperti kita ketahui Seven segmen adalah suatu komponen elektronika yang digunakan untuk penampil angka.  Dalam Post ini akan dijelaskan cara menampilkan seven segmen tetapi dengan bahasa pemrograman yang berbeda yaitu dengan menggunakan bahasa pemrograman CVAVR atau Code Vision AVR.

Hardware
Hardware penampil seven segmen adalah sebagai berikut.


Program CodeVisionAVR

#include (mega16.h)
#include (delay.h)
void main(void)
{
unsigned char seven[10]={0b11000000,0b11001111,0b10100100,0b10110000,0b10011001,0b10010010,0b10000010,0b11111000,0b10000000,0b10010000};
unsigned int n=0;

DDRC=0xFF;


while (1)
      {
      PORTC=seven[n];
      delay_ms(100);
      n=n+1;
      if (n>9){
      n=0;
      }; 
      };
}

Penjelasan

Program diatas menggunakan dua macam librari yaitu
#include (mega16.h) dan #include (delay.h) . Librari mega16.h untuk menunjukkan pada program bahwa menggunakan mikrokontroler ATMega16 sedangkan librari delay.h digunakan untuk mengakses fungsi delay. Program ini menggunakan dua macam variabel yaitu  Seven[10] yang bertipe unsigned char dan  n yang bertipe unsigned integer. Pada variable Seven[10] berisi 10 macam data yang nantinya data data ini digunakan untuk menampilkan angka 0  sampai 9 pada seven segmen. Setelah mendeklarasikan variable terdapat sintak DDRC=0xFF yang artinya menjadikan Portc semuanya sebagai output. Pada program utamanya terdapat sintak

PORTC=seven[n];
      delay_ms(100);
      n=n+1;
      if (n>9){
      n=0;

Maksud dari sintak terssebut  adalah mengeluarkan data yang terdapat pada variabel "seven" melalui portc . Nah data pada variabel seven dapat berubah ubah sesuai nilai variabel "n" jadi variabel n disini berfungsi sebagai pointer. Supaya nilai pada variabel seven dapat berubah ubah maka variabel n di-incremen-kan hingga nilai n menunjukkan nilai 9. dengan demikian maka angka yang ditampilkan pada seven segmen adalah angka 0 dampai 9.

Berikut merupakan simulasi dan program CVAVR nya
Download Simulasi klik disini
Download Program CVAVR klik disini

NB: Pada #include tanda "(" diganti tanda "lebih besar" sedangkan tanda ")" diganti tanda "lebih kecil"

Dan materi ini diambil dari : http://kecoakacau.blogspot.com/2011/02/aplikasi-seven-segmen-atmega19-dengan.html.


wasalamualaikum 

Sabtu, 05 Mei 2012

Daun dan Batu

aku berjalan,

menghantam angin kencang yang menghalangi langkahku

ya hidup ini berat

karenanya kakiku tak lagi ramah pada daun-daun yang berserakan di tanah

tak juga pedulikan batu-batu mungil yang berlaku kasar terhadapku

semakin jauh aku melangkah

dosaku kepada daun-daun itu semakin besar

perasaan kepada batu-batu mungil kian menyakitkan

entah apa yang membuat dunia tampak tak adil di mataku

aku berhenti dalam sebuah jejak panjang

memperhatikan daun dan batu yang setia menemani setiap langkahku tertatih

aku bertanya heran tentang daun itu,

mengapa kelembutanmu membuatku tak rela melukaimu?

aku bertanya dengan sangat lembut pada batu itu

mengapa kau begitu keras dan menyebalkan bagiku ?

serentak mereka menjawab

karena aku ingin berjalan bersamamu

menjadi saksi bisu perjalanan menuju kesuksesanmu

mendengarnya , aku sangat berterima kasih

dan menjadikan mereka teman dalam suka dukaku

di setiap tanah yang menerima mereka menyambut kedatanganku .


terima kasih



Jumat, 04 Mei 2012

the patient

A groan of tedium escapes me,
Startling the fearful.
Is this a test? It has to be,
Otherwise I can't go on.
Draining patience, drain vitality.
This paranoid, paralyzed vampire act's a little old.

But I'm still right here
Giving blood, keeping faith
And I'm still right here.

Wait it out,
Gonna wait it out,
Be patient , wait it out.

If there were no reward,
No loving embrace to see me through,
This tedious path I've chosen here,
I certainly would've walked away by now.

Gonna wait it out.

If there were no desire to heal
A damaged and broken man along
This tedious path I've chosen here
I certainly would've walked away by now.

And I still may ... sigh ... I still may.

Be patient.
I must keep reminding myself of this.

And if there were no rewards to reap / heal,
loving embrace to see me through
This tedious path I've chosen here,
I certainly would've walked away by now.
And I still may.

Gonna wait it out.

Selasa, 01 Mei 2012

Dibalik Sebuah Tangisan

Sejenak kupejamkan mata, menelan semua kepahitan hidup yang terkadang memaksa kita menitihkan air mata. Akan seperti apapun usahanya untuk menutupi dan menghentikan tetesan air mata , semua itu hanya bagian dari usaha yang akan sulit terwujud dalam menghentikan sebuah tangisan. Hati nurani memang tak pernah berkata dusta tentang perasaan seseorang terhadap sebuah kesedihan, kebahagiaan, kerinduan, kekecewaan, kekaguman atau bahkan kasih sayang yang bisa menjadi alasan demi menetesnya air mata.
Menangis itu indah saat kita bisa berbagi sebuah tangisan bersama orang yang kita sayangi.
Menangis itu menyedihkan ketika orang yang kita tangisi tak pernah mempedulikan kita.
Menangis itu istimewa saat setiap tetesan air mata jatuh di tangan seseorang yang kita sayangi sedang menggenggam tangan kita.
Menangis itu mengharukan saat selembar kertas berisikan tentang puisi kerinduan terhadap orang yang telah tiada terbasahi  oleh tetesan air mata.
Menangis adalah kerinduan saat seorang kekasih terpaku di hadapanmu lalu mengusap air matamu.
Menangis itu menyakitkan saat kita merasa iba memandangi seseorang yang kita sayangi terbaring sakit tak berdaya.
Menangis itu kekecewaan saat perasaan tulus kita kepada seseorang hanya dipandang sebelah mata
Menangis itu kagum saat kita melihat seorang sahabat yang berhasil meraih impian besarnya.



Menangislah untuk sebuah kebahagiaan dan kesedihan yang telah mewarnai sepanjang kisah hidupmu.
Bicaralah pada Tuhan Yang Maha Mendengar untuk segala keluh kesahmu di setiap malam yang tak seorangpun bisa mendengar setiap tangisanmu.
Hadapkan dirimu pada Tuhan Yang Maha Melihat atas ketidakberdayaanmu terhadap dunia dan orang" yang berlaku tidak adil terhadapmu.
Menangislah selepas kau bisa, agar setiap beban hidup tidak tersimpan dan membusuk terlalu lama dalam hatimu.
karena dibalik sebuah tangisan selalu tersimpan banyak makna di dalamnya.

salam hangat,
siswi 17 tahun ( Nia Oktaviana)
@ great words