Senin, 19 Maret 2012

Bersahabat dengan Tuhan

haloo dunia, sapa pertamaku saat kutemui diriku masih diberi umur sampai detik ini.
haloo akhirat, sapaku ketika ternyata aku ingat bahwa kehidupan kekal itu adalah di akhirat.
beberapa terakhir ini aku membisu dalam kelunya jalan pikiranku yang kian lama mulai memuncak saat aku tak bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiranku saat ini.
aku hanya ingin mengutarakan niat baik ku untuk bersahabat dengan Tuhan.
bukan karna aku tak punya orang -orang terkasih yang kusebut sahabat atau pun keluarga
bukan juga karena aku tidak ingin berbagi cerita dengan orang terdekatku.
namun saat ini , ketika mulut tak lagi bisa berperan baik untuk mengutarakan perasaanku.
saat raut muka selalu diselimuti topeng kebahagiaan untuk kenyataan yang berbanding terbalik.
saat hati seakan menjerit sesak menahan rasa pedih yang tak kunjung usai ,
hanya Tuhan yang kupikir adalah pilihan pertama dan terakhir yang bisa menjadi tempatku mengeluh.
Tuhan, terima kasih untuk setiap malam yang kau berikan padaku.
malam -malam sulit yang sebenarnya adalah waktuku bercerita padaMu.
kupikir Kau adalah sahabat hatiku.
aku termenung dalam malam, lalu Kau tanyakan padaku hal yang akan kuceritakan padaMu.
Tuhan jadikan aku sahabatmu,
itu pintaku saat kutahu diriku yang kotor ragu untuk mendapatkan kasih sayangMu.
tapi aku yakin , Kau sahabat yang tak pernah lelah mendengar jeritan hatiku setiap malamnya.
dengan penuh kasih Kau jaga tidurku dalam kegelapan.
Kau usap tangisan ini dengan seberkas cahaya Mu.
Kau tunjukan jalan yang sepatutnya aku ambil.
Kau adalah segalanya..
terima kasih Tuhan , untuk sekian waktu yang kau sediakan untuk ku mengharapkan kasih sayangMu.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar