Rabu, 28 Maret 2012

decide to carry on my life

well, i have got many things until now. such as a happiness, sadness, satisfaction, the best friendship ever, story of love , and another . look ! i am growing up. try to solve my troubles , try to end it self. sometimes, i fell alone. stand alone only self supporting. but when i was at the heart of  pressure, i have to think that some people around me will support me.certainly,  i will let whoever hears my sigh, all the better he/she can amusing me. i have to decide my own life with my own hands. try the best and keep pray to Allah.

syarat menjadi penulis

Setiap penulis pemula tentu penasaran ingin tahu rahasia para penulis buku-buku laris. Ilmu keramat apa yang mereka miliki hingga bukunya laris manis dipasaran. M fauzil Adhim, penulis Kupinang Kau Dengan Hamdalah, membagi rahasianya dengan menulis Dunia Kata: Mewujudkan Impian Menjadi Penulis Brilian untuk menjawab rasa penasaran itu.
4 Syarat Menjadi Penulis Hebat:
  1. Jangan menjadi pengekor. Boleh meniru gaya, tapi harus tetap berproses menemukan kekhasanmu sendiri.
  2. Jangan biarkan editor mengubah tulisanmu, menulislah sebaik dan sesempurna mungkin.
  3. Jangan bergantung mood, itu hanya momok. Biasakan menulis dalam keadaan bagaimana pun.
  4. Jangan cepat putus asa. Jadikan setiap penolakan sebagai bahan evaluasi untuk menulis lebih baik. Perbanyak pengetahuan dan terus belajar.

Langkah Tepat jadi Penulis Hebat:

  1. Mulai sekarang juga.
“Penulis pemula sering dihantui oleh keinginan menghasilkan tulisan menarik yang sangat unik, lain daripada yang lain. Kecenderungan ini berakibat pada dua hal. Disatu sisi, cerita yang kita tulis terlalu ganjil dan terkesan sangat menggoda-ada sehingga tidak layak baca. Di sisi lain, kita membutuhkan energi yang ekstra besar untuk menyelesaikan satu cerpen yang paling sederhana sekalipun”.
2. Benchmarking. Jadikan tulisan, penulis, atau media sebagai model acuan. Benchmarking bukan meniru.
“Demi Allah, saya mengharapkan dengan seluruh kekuatan yang saya miliki agar setiap tulisan mampu menciptakan perubahan besar bagi hidup, pikiran, jiwa, dan agama kita. Hidup ini tak lama, sedangkan kematian amat dekat. Maka, saya berharap setiap kata yang dituliskan menjadi bekal untuk hidup sesudah mati”.
3. Membuat tulisan lebih memikat.
Buat paragraf pembuka yang menarik minat (ringkas: tidak lebih dari 17 kata per kalimat, pilih kata yang tepat, kohesif: antar kalimat menyambung, tidak klise, tidak juga terlalu puitis).
Buat judul yang menggugah rasa ingin tahu (singkat, mudah diucapkan,mudah ditangkap, dan kuat maknanya).

Hukum Buku Laris:
  1. Bertutur dengan sederhana, renyah, mengalir.
“Mereka senang memakai kalimat-kalimat sederhana, kosakata yang sederhana, dan kalau pun terpaksa menggunakan istilah yang kurang dikenal khalayak, mereka memberi penjelasan dengan cara yang sederhana dan enak. Sehingga, orang-orang yang tahu tidak merasa jemu dan yang tidak tahu merasa lapang”.
“Adalah tidak terpuji memaksa pembaca memeras otaknya untuk memahami tulisan kita”(Frank Lawrence)
2. Memiliki objective benefit (memiliki manfaat sesuai yang dijanjikan oleh penulis/penerbit), identity benefit (mampu membangun identitas bagi pembaca), emotional benefit (manfaat emosi), dan ekuitas yang terjaga (kualitas yang terjaga dari buku satu ke buku lain).
Apa yang membuat ia mampu menghadirkan suasana negeri lain dengan sangat kuat? Rasa ingin tahu yang sangat besar. Imajinasi saja tidak cukup. Imajinasi perlu didukung oleh data dan pengetahuan yang matang”. 3. Buat plot yang rumit, pelik, kompleks. Ini akan merangsang pembaca berpikir dan menghayati. Plot yang terlalu sederhana cenderung membosankan dan mudah ditebak.
4. Buat akhir cerita yang tidak biasa. Penyelesaian masalah yang terlalu sederhana cenderung tidak disukai pembaca. 5. Perkuat materi dengan dukungan ilmu pengetahuan yang memadai, riset, survei, bukti, literatur ilmiah, dan logika yang kuat. Karya yang hanya berisi banyak sensasi atau kejutan takkan bertahan lama.
Dinukil dari buku “Dunia Kata: Mewujudkan Impian Menjadi Penulis Brilian”, Penulis : M Fauzil Adhim, (DAR!Mizan, 2004)

Selasa, 27 Maret 2012

menunggu kembali hadirnya senyummu

hey gadis kecil yang saat  ini sedang dirindukan kehadiranya
teruntai doa yang slalu kami panjatkan untuk dirimu
kami menanti saat senyummu kembali menghiasi kehidupan kami
alangkah bahagianya kami jika kau bisa kembali
kau adalah jiwa penghibur lelah kami
kau hembuskan nafas cinta dalam setiap dentingan jantung kami
kehadiranmu bagai lonceng nakal yang menimbulkan keramaian
sungguh, nyawaku menjadi berlipat ganda saat di dekatmu.
tawamu adalah tawaku.
senyummu adalah kekuatan bagi jiwa yang lemah dan haus

Senin, 19 Maret 2012

gadis manis di sudut kota mati

abu tebal menghalangi pandanganku
ku berjalan dalam gelapnya kota tua , mati dan tak terpakai
tak ada satupun orang yang kucari
hanya mencari secercah kebahagiaan yang mungkin bisa kutemukan
di sudut kota mati

kota itu kumuh, berdebu dan tak terpelihara
hanya ada aku, burung-burung yang berkejaran dan cahaya lampu tengah kota
kutelusuri jalan lurus itu, hingga membekas jejak kakiku
di atas debu-debu yang menggumpal
yang kemudian beterbangan terhempas angin

kulihat, seorang gadis manis di sudut kota mati
berdiam diri tak punya gairah hidup
dia duduk di tepi jalan dan menunduk isyarat pasrah
dia cantik, namun rambutnya kusam tersapu debu
entah dia sedang tersesat atau melarikan diri dari hiruk pikuk dunia fana'

kusapa dia dalam senyum simpul,
namun dia tak membalas senyumanku
ku tanya untuk apa dia disini?
dia hanya menangis, kemudian menjawab
"Aku hanya ingin menghidupkan kembali kota mati ini, lalu bahagia bersama orang-orang di dalamnya".

terima kasih : Nia Oktaviana

Bersahabat dengan Tuhan

haloo dunia, sapa pertamaku saat kutemui diriku masih diberi umur sampai detik ini.
haloo akhirat, sapaku ketika ternyata aku ingat bahwa kehidupan kekal itu adalah di akhirat.
beberapa terakhir ini aku membisu dalam kelunya jalan pikiranku yang kian lama mulai memuncak saat aku tak bisa mengungkapkan apa yang ada di pikiranku saat ini.
aku hanya ingin mengutarakan niat baik ku untuk bersahabat dengan Tuhan.
bukan karna aku tak punya orang -orang terkasih yang kusebut sahabat atau pun keluarga
bukan juga karena aku tidak ingin berbagi cerita dengan orang terdekatku.
namun saat ini , ketika mulut tak lagi bisa berperan baik untuk mengutarakan perasaanku.
saat raut muka selalu diselimuti topeng kebahagiaan untuk kenyataan yang berbanding terbalik.
saat hati seakan menjerit sesak menahan rasa pedih yang tak kunjung usai ,
hanya Tuhan yang kupikir adalah pilihan pertama dan terakhir yang bisa menjadi tempatku mengeluh.
Tuhan, terima kasih untuk setiap malam yang kau berikan padaku.
malam -malam sulit yang sebenarnya adalah waktuku bercerita padaMu.
kupikir Kau adalah sahabat hatiku.
aku termenung dalam malam, lalu Kau tanyakan padaku hal yang akan kuceritakan padaMu.
Tuhan jadikan aku sahabatmu,
itu pintaku saat kutahu diriku yang kotor ragu untuk mendapatkan kasih sayangMu.
tapi aku yakin , Kau sahabat yang tak pernah lelah mendengar jeritan hatiku setiap malamnya.
dengan penuh kasih Kau jaga tidurku dalam kegelapan.
Kau usap tangisan ini dengan seberkas cahaya Mu.
Kau tunjukan jalan yang sepatutnya aku ambil.
Kau adalah segalanya..
terima kasih Tuhan , untuk sekian waktu yang kau sediakan untuk ku mengharapkan kasih sayangMu.