Rabu, 15 Februari 2012

aku baik-baik saja

malam bungkam, sunyi dan tak ada gemercik air hujan saat itu
denting jam seakan menerka apa yang sedang berputar di fikiranku
kupandangi foto kusam seorang lelaki tua yang kucintai
dia ayahku, namun waktu memakan segala kerinduanku padanya
terucap nada kasih dan doa indah dari mulut anakmu
yang sedang berharap hadirnya bayangmu memelukku
tetesan air mata mengalir dan mengering di pipi
inginku kau bisa mengerti , disini aku baik-baik saja
hanya terkadang memori tentang dirimu terekam jelas
yang selalu membuatku merasa sakit
dada ini sesak, karena terlalu banyak menyimpan rasa
rasa rindu yang kini bergejolak
menahan setiap hembusan nafasku yang tersengal
aku rindu padamu ayah walau dunia kejam memisahkan kita
semoga Tuhan menjagamu karena doaku menyertaimu
rinduku tak kan terapus oleh garis-garis zaman yang melukiskan hidupku
aku akan tetap hidup dan mendoakanmu selama Tuhan masih mengijinkanku
merindukanmu dalam doa dan tangisku.
sekali lagi aku baik-baik saja Ayah
dari seorang anak dengan penuh cinta berbicara pada Tuhan
untuk menjagamu selama perpisahan kita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar