Kamis, 20 Desember 2012

"Plato, seorang filsuf besar pernah bilang bahwa nantinya dalam kehidupannya, setiap manusia akan terjebak dalam sebuah gua gelap yang berisi keteraturan kemapanan dan mereka senang berada di dalamnya. karena mereka terbuai dengan segala kesenangan disana dengan apa yang telah mereka capai, hingga akhirnya mereka takut keluar dari gua tersebut. Mereka memang bahagia, tetapi diri mereka kosong dan mereka gak pernah menemukan siapa diri mereka sebenarnya... mereka gak punya mimpi"

finding 5cm, finding my self

lately, ada yang heboh sama dunia film. jujur gue gak begitu suka nonton film. biasanya kalo gak dibayarin ya nunut nonton film di leptop orang. dan kalo gak banyak yang bilang bagus gue juga gak bakalan nonton tuh film. gue milih mending baca novelnya(kalo ada) ketimbang nonton film. dan ketika gue baca,  ni hati  bilang bagus. pasti deh, gue langsung tancap gas ngajuin proposal ke orang yang bisa nemenin gue nonton. contohnya ayat ayat cinta , ketika cinta bertasbih, dan perahu kertas. itu semua novel yang udah kebaca sampe abis sama gue dan narik hati gue buat ditonton filmnya.

well, ada lagi film yang bakal bikin gue gak bisa tidur nih *lebay. kata orang sih filmnya bagus. gue gak pernah percaya sebelum gue baca duluan tuh novel. dan yak!!! pikirku mereka semua bener. itu novel bener bener keren. ngingetin gue dulu yang begitu antusias pengen buat buku yang hampir sejalan sama ceritanya 5cm. itu novel seakan nampar gue. mana gue yang seantusias dulu?? dulu udah mulai jalan nulis, tapi karena ada sesuatu hal yang bikin seluruh data tulisan gue ilang. hancur lebur deh. gue seakan gak punya niat lagi buat memulai kembali. udah lupakan .itu masa lalu yang kal diinget bikin males. jujur gue baca dan kepengen liat tuh film sebenernya cuma satu. ngembaliin semangat gue biar tulisan gue yang sempet ilang bisa balik lagi. gue hampir nemuin titik yang bikin gue semangat nulis lagi. apalagi ceritanya soal persahabatan, soal mimpi. itu impian gue banget. gue pengen ketika gue baca novel ini dan liat filmnya, gue gak cuman seneng seneng aja. atau bilang ke semua orang , yeee gue udah nonton 5 cm. gak!!! bukan itu. gue cuma pengen ngambil pesenya disitu. gue mau diri gue balik. gue bisa menghasilkan karya yang sekeren 5cm bahkan lebih baik. udah, cuma itu harapan gue.

All I Have to do is DREAM !!! ~ 5cm

Rabu, 19 Desember 2012

disitulah bahagia itu berbicara

aku mulai bosan membicarakan perasaanku kepada dinding dinding kelabu yang dianggapnya tabu.

kakiku mulai kering menapaki parahnya prasangka bumi kepada hujan

lelah tersisa ketika kucoba berlari merintis sedih. berharap ada bahagia yang sedang meringkuk malu di ujung tangis.

sayup tanganku tak mampu lagi menengadah, menampung mimpi mimpi yang terucap dari sebait doa.

telinga yang mulai penuh, tertutup kebencian dan kegelisahanku sendiri.

cukup, mereka semua tak bisa bicara, sekalipun hanya untuk mengais perhatian kepada sang hujan.

apalagi berteriak di tanah lapang yang tiada satupun orang mendengar.

ucapnya , kebahagiaan itu bukan disana tempatnya. 

tapi disini. di tempat yang tak pernah kutengok.

dekat sekali, teramat dekat dengan nafasku yang kadang tersengal.

disitulah kebahagiaanku berbicara. berbicara tentang dunia yang begitu lembut. 

mungkin karena tak ada seorangpun yang bisa menjamahnya.

Tuhan menyebutnya hati nurani. 

dan, kini aku sadar . aku tak perlu berlari mengais bahagia yang tak kuketahui jalannya.

karena aku takut tersesat dalam nurani yang celaka.





Senin, 17 Desember 2012

impressing love

we're backkkk !!!
wow ternyata susah banget nyari waktu buat kumpul kumpul sama kalian.wahai riva, dinda, ijaah.
kita gak bakal bisa ngumpul kayak gini kalo gak pas kemaren sabtu itu hari merucutnya si dinda ke dunia yang fana ini.
yes, actually gadis yang berbapak-kan Pak Nasution dan beribukan Mak Sum ini adaalaah sodara gue. untuk sekian kalinya gue musti terpaksa dan tersiksa ngakuin dia sodara gue. wkwk astaghfirullah cuma becanda loo ini *hug. but she is really my bests when i was on jhs and till now still be my bests.
gak ngerti bawaanya kalo ketemu mereka itu berasa ada tawuran antar pelajar. hebohnya masyaAllah...
sampe ibuknya atau bapaknya kemaren bilang ," tamunya bertiga tapi kog ramene... ckck"

seneng deh si dinda udah 18 thn , usia yang cukup buat punya pacar *eh. entahlah.. usiamu elo sendiri yg ngejalanin. keep on your life, moving on...
buat elo si dinda ariyati(bener gak tulisanya?? wkwk) atau nama beken-nya dinda nasution *merampas nama bapaknya* ini pesen gue( si tante muda dan bersahaja :P ) :
elo udah 18 thn tu, elo tau kan musti ngapain di usia loe.??
cari jodoh!! *eh wkwk
cari yg baik baik ya, elo anak pertama jadi panutan buat adek adekmu. cari jodoh yg mapan yg sholeh (ngomong apa sih gue) hahha
kuliah seng bener, ajo buang buang duit. tugasmu ki golek duit ngko.
apa lagi yaaa. ah elo udah pasti tau apa yg loe mesti lakuin. aku jg gaperlu sok ngajarin karena gue juga belum tentu bener kog. gue ngomong beginian karena elo temen gue, sodara gue dan gue lebih tua sekian bulan dari elo. sok tua dikit gapapa kan :p :p
semoga aku, kamu kita semua tetep bareng bareng sampai kapanpun.


oh iya nih gue mau uplod foto foto yg kmaren.sori temen temen, biasanya orang orang pada umumnya nguplod foto yg baik baik but kali ini gue mau uplod foto yang bikin ngakak abis kemaren.



maklum ni orang abis bangkit dari tidur, jadi face nya rada ugal ugalan.


tuh face yang terbentuk efek dari lumpur lapindo *meleleh*

ini baru keren :p *together*






ini inih, udah take photo berkali kali hasilnya beginian, wkwk *tukang foto diajak ngobrol sih*

mringisnya gak ketulungan si riva *digodain sama tukang foto*

plis ya si riva ribed bgd mau foto *padahal mukanya udah kelaparan*


weirdie story :D

pandanaran art festival


heloo bloggers, 15 Desember 2012 hari sabtu lalu, aku nyempetin datang ke acara seni yang katanya terbesar di kota Semarang nih . alhamdulillah punya kesempatan buat kesana, tadinya gak tau sih kalo ada acara begituan. karena kebetulan lewat, mampir deh. dan gak nyesel datang kesana. seru abis. dan menurutku, ini contoh festival yang bermutu . nampilin seni dari berbagai macem jenisnya deh, atraksi seni tari, musik, fotografi ,lukisan dan banyak deh. ini nih, sepenggal suasana malam minggu lalu di sepanjang jalan pemuda Semarang


-Pandanaran Art Festival-



-atraksi panggung seni-

hehe sekian aja ya, bye :)
tetap semangat menyongsong kehidupan seni :)

Sabtu, 08 Desember 2012

jika ini tulisan terakhirku

anggap saja ini tulisan terakhirku. entah benar atau tidak. hanya sepenggal takdir yang mampu menuliskannya. ketika mataku terbuka dan aku menyadari bahwa kegiatan bernafas masih menjadi aktivitas pertamaku untuk melanjutkan hidup meskipun hanya untuk sekian detik lagi.
oh aku masih hidup? itu rahmat, itu hadiah dari Tuhan.
tapi aku selalu berpikir, jika saja hari ini. ketika untaian kata tertulis dalam nada nada ketakutan. ini adalah rasa takutku yang terakhir. karena esok tak ada lagi rasa takut. semua tenggelam bersama rasa sakit .saat nyawa ini menembus batas dua dunia. hidup dan mati. hidupku tak lepas dari prasangka untuk menghadapi kematian. ya.. pikirku tiap harinya adalah kematian bagiku. setiap hari pikiranku dihantui oleh perasaan untuk mati. ya menunggu kematian !
jika saja ini memang tulisan terakhirku. aku bersyukur masih diberi kesempatan berbagi duniaku dalam rangkaian kata yang lahir dari perasaan takut . aku hanya ingin berbicara kepada semua orang. saat mereka sedang asyik menikmati dunia yang baik atau dunia yang kebetulan hanya berpura-pura baik.
setidaknya aku akan bahagia saat sebelum kematian itu tiba aku sempat mengatakan ini kepada dunia. dunia yang dihuni oleh jutaan manusia yang sejatinya memiliki tujuan yang sama. MATI! itulah puncak dimana tujuan mereka akan berlabuh.
anggap saja ini tulisan terakhirku sebelum nanti kalian tahu aku tidak lagi bisa memandang kalian dengan tatapan haru. tidak lagi bisa tertawa bersama menghabiskan asa. tidak lagi sanggup bangun mewujudkan mimpi yang belum sempat kita nikmati. mungkin esok adalah akhir. akhir perjuanganku memanfaatkan nafas yang Tuhan beri. anggap saja esok adalah kematianku. akhir dari kata yang selalu aku rangkai. dalam balutan malam yang beku dan sepi.karena esok, aku sudah bisu dan terdiam. hanya tulisan ini yang bicara. itulah mengapa aku sering menyebut bahwa diam adalah caraku berbicara. karena suatu saat nanti aku akan terdiam untuk selamanya. dan tulisanku akan berbicara. ya cuma itu impianku. masih tetap hidup saat dunia sudah mengakui kematianku. sudah tak menganggapku penghuni makhluk di dunia. hadirku sudah semu, tak lagi tampak nyata dan ada.
dan terakhir ..jika memang benar ini sungguh menjadi tulisan terakhirku. terima kasihku kepada kalian mengalir di setiap doa yang nanti akan mengantar kepergianku. doa kalian mengalir bersama rasa terima kasihku. aku tahu, kalian adalah manusia manusia yang patut mendapat ucapan terima kasihku. meski tak kalian dengar, kalian pasti tahu. saat aku dipanggil oleh Tuhan, jarak antara aku dan Dia semakin dekat. aku bisa minta tolong kepadaNya untuk menyampaikan terima kasihku kepada kalian. entah dengan cara apa Tuhan menyampaikannya.
terima kasih ibu, jujur aku kesulitan merangkai kata untukmu. karena pikirku kata kata seindah apapun tak mampu menandingi cinta dan pengorbananmu. terima kasih untuk nafas yang kau hadirkan untukku. nafas untuk selalu mendoakanku dalam setiap sujudmu.
terima kasih ayah, meski singkatnya waktumu menemani hidupku. aku tahu, ayah selalu dekat dengan Tuhan, lalu meminta Tuhan untuk selalu mengasihiku.
terima kasih semua saudaraku. yang menjadikan pertalian ini sebagai lambang kehidupan yang terkadang tampak begitu rumit. kita setiap hari telah belajar menyatukan pribadi yang berbeda menjadi sebuah kata yang berarti erat yaitu "keluarga". aku beryukur memiliki mereka.
terima kasih untuk sahabatku dan siapa saja yang menganggap aku adalah sahabat kalian. aku tahu kalian memiliki kehidupan sendiri. yang terkadang sulit untuk bisa berbagi bersamaku. aku menyadari. kini aku belajar menghargai arti kalian. yang bukan hanya sahabat yang dekat. tapi sahabat yang baik. tak ada yang abadi memang, tapi aku tak pernah berharap persahabatn kita berakhir hanya karena kematian. bagaimanapun kalian, aku berterima kasih memiliki kalian.

mungkin ini saja sudah cukup mewakili perpisahan terakhir jika seandainya besok aku tak bangun untuk membuka mata lagi. inilah akhir dari segala kehidupan.jika memang aku mati, tolong jangan pernah menganggapku mati. aku bisa sedih nanti.........

aku mencintai dunia yang sementara ini.


Senin, 03 Desember 2012

seniman


Mungkin kau merasa tidak bisa
menggambar dengan bagus, tidak pula memiliki
suara emas, gerakan payah tidak bisa menari,
dan sebagainya. Tidak bisa menciptakan satu
pun kaya seni dari tanganmu dan merasa satusatunya
seni dalam tubuhmu hanyalah air seni.
Maka ini semua bukan tentang itu. Seni
adalah tentang memaknai. Memaknai lukisan,
memaknai suatu karya, memaknai hidup. Hanya
satu hal yang perlukan untuk menciptakan seni
yaitu memberi makna.
Seluruh hidupmu, gerak-gerikmu,
tingkah lakumu, pemikiranmu, akan menjadi
sebuah seni ketika kamu mau memaknainya.
Maka teruslah memaknai hidupmu dan jadilah
seorang seniman.
(Mustaqim, 2010) dalam buku Memandang Dunia

tertawalah!

ada salah seorang berkata padaku : aku melihatmu, melihat matamu yang pedih akan beban hidupmu. bukan karena terlalu banyak bebannya. tapi karena kau belum menemukan seseorang yang berhasil menghapuskannya. aku tahu perasaanmu, kau bahkan sudah merasa bosan kepada palsunya dunia. jangan bunuh diri atau mengakhiri hidupmu dengan penyesalan. kau hanya perlu berpindah tempat dimana kau lebih mudah meraih tawamu. tempat dimana kau lupa bahwa kau pernah hidup dalam kejenuhan. aku sangat tahu. matamu berbicara apa yang tak sempat kudengar. bertemulah dengan orang-orang baru yang membuatmu gila . karena dengan itu kau akan lupa bahwa kau pernah merasa hidupmu itu membosankan. ingat, bukan usia yang memakan tawamu.  tersenyumlah....tidak ... tertawalah!

Jumat, 30 November 2012

kata Tuhan dia jodohku

aku percaya selalu ada kebenaran ketika semua orang meyakini bahwa jodoh di tangan Tuhan.
dan aku menjadikan tangan Tuhan sebagai ladang tempat aku menanam doa dan upayaku untuk bertemu dengan lelaki yang kata Tuhan adalah jodohku.
ya.. dialah lelaki yang juga menjadikan tangan Tuhan adalah pertemuan antara doa dan upaya kami yang telah sekian lama merindu . lalu Tuhan menjadikan doa dan upaya kami berkembang menuju sebuah proses mencintai untuk mengikrarkan janji suci. janji sehidup dan dan tetap hidup dalam kematian.

hey kamu, wahai lelaki yang kata Tuhan adalah jodohku.
aku percaya ... kamu sedang mempersiapkan dirimu, merajut senyum terbaik untuk kau persembahkan ketika kau menatapku setiap waktu . wajah yang memendarkan sinar sinar mimpi untuk menjalin kehidupan bersama. jiwa yang rindu untuk mengasihiku. kaulah orangnya. pilihan Tuhan untukku. pilihanku karena Tuhan yang menghendaki.

jangan salahkan waktu yang terlalu lama memaksa kita menunggu. apalagi menyalahkan Tuhan yang tak kunjung menjawab doa kita. kita hanya cukup meyakini bahwa Tuhan selalu menjawab doa kita .manusiawi bahwa kita punya keterbatasan dalam memahami jawaban Tuhan. jika aku baik dan kamu baik, itu tak akan pernah cukup tanpa kita saling mencintai.

sampai bertemu, di titik dimana Tuhan menyatukan hati kita, mata kita dan mimpi kita.

Kamis, 08 November 2012

katakan pada senja

aku duduk dan terheran
menyaksikan laut yang memuntahkan gelembung gelembung ombak
kemarilah ayah...
duduklah di sampingku dan peluklah gadis kecilmu ini
aku takut gelembung ombak itu kian membesar
dengan liarnya mereka menelanku
datanglah ayah, sebelum ombak itu benar benar membunuhku
pada akhirnya aku mengerti jika kau tak juga datang
mungkin aku bisa memahami
dunia yang aku hirup tak seindah tempatmu beristirahat
aku hanya memintamu satu hal
katakan pada senja...
untuk segera datang menemaniku
meski aku tahu kehadirannya tak akan lama
namun mampu menghadirkan ujung yang indah walau dengan perpisahan
senja mampu menghadirkan ketenangan dalam jiwaku
membuatku lupa akan ketakutanku pada ombak nakal itu
katakan juga pada senja...
bahwa kau merindukanku yah
titipkan saja sepuing rindumu padany
agar saat aku berjumpa dengan senja ,
maka aku bisa merasakan kehadiranmu juga
bahagia bersama kami
menaklukkan ombak yang mencoba menghantamku
aku tunggu, hingga waktu tak lagi memberi kesempatan pada senja untuk kembali hidup.

Jumat, 19 Oktober 2012

thanks for EVERYTHING

hehe maaf sebelumnya baru bisa posting hari ini. maklum karena terlalu bahagia, aku jadi gak ngerti mau posting apaan :P
18 Oktober 18 tahun yang lalu, aku dilahirkan menjadi seorang gadis yang pastinya lucu dan menggemaskan.
tak bisa dipungkiri itu :D
tepat sehari yang lalu aku dibuat mengerti satu hal dan aku selalu berharap pada Tuhan untuk membuatku tetap mengerti akan hal itu .
18 tahun yang lalu, ketika aku lahir di dunia ini, tanpa aku harus susah susah memutar memori yang lalu. aku bisa meyakinkan diriku sendiri. pasti mereka , orang orang pertama yang melihatku terlahir di dunia ini merasa senang, terharu dan entah kebahagiaan apa yang mereka rasakan saat itu.
itu adalah kebahagiaan pertama yang aku hadirkan pada mereka.
dan seiring berjalanya waktu, tahun demi tahun pada tanggal yang sama yaitu tanggal kelahiranku.
aku mengumpulan teori teori tentang kebahagiaan. apakah setiap tahunya aku bisa membawa kebahagiaan yang sama saat pertama aku dilahirkan. dan ternyata tidak. kebahagiaan saat itu tidak sama dengan sekarang.
kebahagiaan untuk alasan yang sama secara berulang ulang memang mungkin membosankan. tapi aku selalu belajar satu hal. bagaimana aku harus selalu menghadirkan kebahagiaan bagi mereka yang selama ini ada dalam hidupku. bukan hanya yang menyayangiku.

aku sudah tumbuh setua ini udah ngasih apa ke orang tua?
mungkin hanya itu pertanyaanku saat ini.
tunggu buk, anakmu ini sedang berjuang. mencari jati diri dulu. kalo udah ketemu, aku pasti bahagiain ibuk :')
dan ayah disana :') kalian hanya cukup mendoakan aku jadi anak baik.

oke, dan selanjutnya aku tidak akan melupakan yang ini nih.
alhamdulillah Tuhan ngasih aku orang orang baik yang peduli sama.
pertama, ini khusus buat septi . wah you're everything deh pokoknya. kamu membuat aku terus belajar menjadi lebih baik. nangis liat postingan kamu buat aku, ini serius :') dan aku gak ngerti, baru kali dibuat gak bisa ngomong apa apa selain terima kasih :*

kedua, thanks buat temen temen yang udah ngucapin. itu simple kog tapi aku sangat menghargai kalian. tanpa kalian aku gak berarti apa apa di sini. tanpa kalian aku juga gak akan ngerti tentang apa arti sebuah kebersamaan. i love you all. arum, dian, irma, bunda, yani, shintia juga tuh yang udah bantuin segala macemnya dan wah semuanya deh, maaf yang tidak tersebut. hehe

makasih juga buat mas aziz, sahabatku kalo di rumah. yang udah ngasih kado juga walaupun kadonya belum tak ambil :p maklum sibuk :D

tidak ada yang lebih indah dari ucapan terima kasihku untuk kalian semua.
aku selalu mendoakan yang terbaik pula bagian kalian
tetaplah menjadi pengisi hidupku, aku mencintai kalian semua :*

yeah i'm 18th !!!




Senin, 15 Oktober 2012

3 bocah pemimpi

Senja berhenti menampakkan keanggunanya. 
Hanya ada 3 bocah duduk di depan sepasang bola mataku. 
Aku hanya bisa mengamati dan mendengarkan pembicaraan singkat mereka.
 Usiaku menutup segala kemungkinan untuk sekedar bergabung bersama mereka.
aku terlalu tua untuk ikut dalam gurauan mereka. 
Ketika hampir kualihkan pandangku dari obrolan lucu itu, 
aku mendengar mereka menyebut tentang impian. 
Yang kudengar salah satu berkata dia ingin jadi artis, 
yang lain berkata dia ingin jadi arsitektur 
dan yang terakhir berkata ingin menjadi presiden. 
Lalu mereka dengan serempak bertanya: kalau kakak mau jadi apa? 
Aku terperangah , lalu memberikan senyum simpul. 
"coba saja aku masih sepolos 3 bocah itu,aku pasti bisa menjawab dengan lantang", pikirku.
 Hanya saja terlintas pertanyaan mengapa aku tidak sehebat 3 bocah pemimpi itu dengan impian yang diyakininya.?!

Jumat, 12 Oktober 2012

begini rasanya

ada hal yang membuatku ingin menuliskan sesuatu di sini.
sebuah rasa yang kusembunyikan saat aku tahu diriku berada di kondisi yang tidak cukup baik.
aku iri pada mereka. meski sebenarnya aku tahu, rasa iri hanya akan membawaku kepada jurang ketidakpuasan akan nikmat Tuhan selama ini. dengan begitu banyak dan tanpa batas.

aku menyadari, begini rasanya.
tepat sehari yang lalu, dengan munculnya nikmat Tuhan (hujan) yang membawaku sampai di rumah seseorang yang sudah aku anggap sebagai adik. aku sangat mencintainya. aku harus melindunginya bagaimanapun keadaanku. rasa khawatir yang membawaku terbang ke tempat dia menghabiskan waktunya beristirahat.
dia menyambutku dengan heboh.
dengan muka sedikit menyesal dia berkata, " loh mbak nia kehujanan kan? tuh liat basah kuyub. tau kalo mau hujan kesininya besok besok aja"
aku tahu itu hanya pertanyaan dan kekhawatiran sederhana. tapi aku merasa berarti di sana.
"hehe, aku kan kesini buat kamu, kenapa harus batal hanya karena hujan?"

aku merasakannya.....
aku disambut seluruh penghuni tempat itu. dari yang gaib dan nyata, hehe.
saat itu mereka lagi asik makan, pas nawarin aku dengan gengsi aku bilang "udah makan dek di rumah" (padahal kondisi super lapar ). hehe maklum kebiasaan orang jawa dengan hati yang lembut :D. melihat mereka makan dengan lahap saja sudah membuatku kenyang.

hujan masih membuat mereka yang berada disitu sedikit berkeluh kesah.

"aduh, pakaiankuuuu "

"waaah kamarku bocor" (sambil menggulung kasurnya trus lari lari nyari wadah penampung kebocoran air hujan :D )

"eh gimana nih, kog airnya ngrembes"

"woy banjir banjir, selokan mampet mungkin" (semua peserta keluar dari kandangnya dan berlarian mencari tempat aman termasuk saya, hehe)

setelah dianalisis, ternyata ada yang tersumbat di selokan. dalam hitungan menit keadaan sudah kembali menjadi normal, alhamdulillah.


aku bisa merasakan..
begini rasanya hidup seperti mereka. hidup dengan keterbatasan fasilitas. keluarga yang jauh. aku yakin mereka pasti merindukan keluarganya. tapi aku melihat semua orang yang ada disitu hidup. masing masing dari mereka memancarkan cahayanya sendiri sendiri. aku iri keadaan mereka. begitu riang dan gembira.
aku harus belajar menghargai kehidupan dari mereka :')



Rabu, 10 Oktober 2012

perahu kertas 2

gak nyesel deh merogoh kantong dalam dalam buat nonton film peyahu keltas *versi alay*..
untuk kedua kalinya, saya pun dibuat terpaku selama sekian menit dibulatkan 2 jam deh biar gampang.
ah saya gak ngerti harus bilang kayak gimana. jujur ! itu film telah membuat saya mengeluarkan air mata.
eits. ini bukan alay. tapi hasrat seseorang yang masih punya perasaan.
yee dan akhirnya saya hidup kembali setelah melihat film itu. mata saya berbinar ketika melihat sosok kugy yang begitu hmm.... menginspirasi.

"cerita di dongeng aja gak selalu happy ending, apalagi realita"

"hati itu dipilih bukan memilih"

"pergilah , hatimu sudah tidak lagi berada disini"

"ketika aku sudah total di dunia yang ku cintai, maka aku tidak lagi berguna di tempat ini"

"desir ombak adalah suara alam paling indah"


yaah, kurang lebih begitu lah yang sempet aku inget.
sebenernya masih banyak, hanya saya kesulitan membungkusnya menjadi kalimat yang mudah dipahami, hehe karena saya sendiri bingung mau nulis bagaimana lagi.

pokoknya super puas deh kemarin. dan gak bosen buat liat film itu berkali kali :))


Selasa, 09 Oktober 2012

pagi manis

kutitipkan lelahku pada embun pagi, agar siangnya segera hilang disapu mentari.

selamat pagi dunia..
aku harus membuka mata hatiku lebar lebar, memandang keindahan yang aku nikmati pagi ini.

Jumat, 05 Oktober 2012

tentang aku

begini saja, kali ini saya mau bercerita tentang diri saya sendiri, bukan bermaksud lebay atau narsis ya. hanya menggambarkan sesosok manusia yang pasti akan berlaku bagi manusia yang lain. hanya saja saya memberi nama "aku" biar kesannya itu lambang dari diri kita masing masing. mudeng gak saya ngomong apaan? kalo gak mudeng jangan lanjutkan membaca yaa, hehe

aku adalah setitik bintang, dan bila terlihat dari jauh aku sangat kecil. di setiap malam, aku bersinar menerangi langit yang gelap. namun tak jarang aku pun redup ketika kehidupan memaksaku untuk tidak bersinar meski itu hanya sejenak. sebenarnya bukan meredupkan cahaya, tetapi kegelapan malam yang lebih mendominasi langit saat itu. begitulah manusia..... terlihat kecil bila dibandingkan dengan seisi bumi ini.kadang dia  bersinar dalam jiwanya ketika bahagia datang , namun redup bukan karena bahagianya berkurang, melainkan  kesedihan sedang merampas rasa bahagianya. aku dan bintang itu sama . sama sama punya kewajiban untuk memberikan kebahagiaan. aku hidup untuk membahagiakan orang lain seperti bintang yang bersinar untuk menerangi langit yang gelap.

aku adalah sebatang emas yang terlahir tidak beraturan. butuh waktu yang lama untuk mengukirnya agar menjadi bentuk dan lambang keindahan. aku dan emas sama sama diciptakan menjadi sesuatu yang paling berharga. hanya butuh waktu dan pengorbanan untuk menjadikan aku benar benar berharga di mata banyak orang.

aku adalah sebuah tetes hujan yang jatuh ke bumi atas kehendak Tuhan. aku tidak sendiri, aku dilahirkan untuk menginjak tanah ini bersama tetes tetes hujan yang lain. kami tak saling kenal. aku dan mereka hanya terlahir dari rahim yang sama. aku dan tetes tetes hujan yang lain memang terlahir sama. yang membuat beda adalah apakah nantinya tetesan air hujan itu akan bermanfaat bagi orang lain atau tidak. dan kehadiranya diterima atau malah ditolak.

begitulah hidupku dan manusia pada umumnya. selalu punya dua sisi perbedaan . sederhananya adalag BAIK atau BURUK.

Kamis, 04 Oktober 2012

sing and laught :D

duluu, duluuu sekali.
rasanya ingin memutar kembali waktu itu. atau barangkali aku ingin mengulangnya di masa sekarang.
aku jelas merindukannya. ini lucu sekali bahkan aku tak bisa menahan tawaku, haru dan pasti rindu.
sampai sampai aku bingung harus menuliskan apa. yang jelas aku hampir meneteskan air mata menyaksikan video ini. entah terlalu bahagia, lucu atau rindu saat saat itu terulang lagi.

langsung saja saksikan
video

Selasa, 02 Oktober 2012

Terlambat

harusnya puisi ini aku kirim pada lomba yang deadline nya adalah bulan Agustus saat hari kemerdekaan. Atau kalau tidak ya aku postingkan pada blogku saat masih hangat hangatnya hari kemerdekaan. berhubung saya lupa, banyak pikiran dan sedikit mengabaikan tulisan ini, baru kesampaian deh untuk posting ni tulisan. dan berhubung internet aksesnya unlimited satu bulan :D. lets check cek cek...


Tengok Negeriku

Sorot mentari memancarkan sinar keagungannya pada negeri
Dedaunan menari di atas ranting-ranting pohon yang tumbuh bersama keabadian
Cakrawala langit telah melukiskan kekayaan Indonesiaku
Di tanah lapang terukir jejak kaki pahlawan-pahlawan bangsa
Kini, buka pintu hati dan lihat dengan mata telanjang
Jejak kaki pahlawan kian terhapus oleh debu-debu Zaman yang menutupinya
Langitpun suram tertutup asap tebal yang bergulat bersama kebencian
Daun-daun lelah menari bersama ranting-ranting pohon yang rapuh
Hanya kegelapan karena mentari malas menyorot sudut negeri ini
Mari tengok Negeri yang masih menyimpan keindahan
Masih adakah puing-puing kebahagiaan di Negeri ini?
Jawabannya akan lahir bersama tanggung jawab kita
Ukir kembali jejak kehidupan penyelamat bangsa
Hapus noda-noda yang terlanjur berkarat di keemasan nama Bangsa
Tulis kembali di atas kertas putih tentang tujuan bangsa yang sempat terhapus
Dengan tinta semangat yang berkobar di setiap mimpi yang tertulis
Ambil langkah tuk mengukir sejarah baru
Pada pencapaian tiada batas tentang masa depan bangsa
Agar matahari kembali dengan riang
Daun-daun mulai tersenyum di atas ranting-ranting kokoh
Langit menggulung asap tebal dan menggantinya dengan warna yang cerah
Dan terlukisnya kisah-kisah perjuangan bangsa di atas tanah yang subur
Kembalilah Indonesiaku, bawa kami bersama keindahanmu.

Sabtu, 29 September 2012

Terpaksa Membisu

aku bangun lebih awal pagi ini. bangun dari keadaan yang tidak biasanya. entah mengapa semalam dan mungkin malam malam berikutnya tidak akan menjadi malam yang indah bagiku. kali ini aku ikhlas menikmati malamku tanpa sepenggal ingatan tentang seseorang. ingatan tentang betapa berarti dirinya di hidupku. mungkin dia tak pernah menyadari. aku hanya diam dan membiarkan waktu berjalan bagaimana mestinya.

di dunia ini mungkin tidak ada yang berubah. segala ketetapan memang sudah menjadi perjanjian dari Tuhan kepada seluruh ciptaan Nya. ya aku yakin bahwa dunia memang tidak akan berubah. namun hanya bertambah atau berkurang kadarnya. Mungkin saja tidak ada sahabat atau musuh yang sejati. sahabat tidak akan selamanya abadi untuk tetap menjadi sahabat, atau sahabat tidak akan berubah menjadi musuh yang sejati. yang ada hanyalah bertambah atau berkurangnya rasa cinta dan benci.

pada dasarnya Tuhan menciptakan manusia itu sama . sama sama dalam keadaan yang baik. hanya manusia itu sendiri lah yang mengubah kadar mereka menjadi lebih baik atau lebih buruk. #hehe maaf pembicaraan berjalan melenceng dari yang semestinya.

lanjut ....
diam bukan berarti lemah, mereka yang diam hanyalah sedang memperbaiki diri mencari letak kesalahan dirinya sendiri. kita tidak bisa mencintai orang lain dengan baik ketika kita pun tidak bisa mencintai diri sendiri. kita tidak bisa menyalahkan orang lain kalau sebenarnya diri kita lah yang sebenarnya punya banyak kesalahan.

pagiku tidak lagi tertawa penuh semangat
malamku tidak lagi damai, aku takut aku tak bisa memperbaiki kedamaian yang terjadi sebelumnya.
di ruangan yang penuh sesak ini. aku bukan hanya sulit bernafas , melainkan sulit berbicara dan melihat apa yang sedang terjadi padaku. aku bahkan tidak sanggup jika harus menerjemahkan bahasa tubuhku yang kian menyedihkan saat ku ketahui dirinya tak lagi seperti dulu. sepertinya aku memang perlu membisu walaupun sebenarnya aku punya banyak alasan untuk berbicara.

Selasa, 25 September 2012

sebuah alasan

Aku dan mereka kini masih dibatasi. Sebuah alasan yang ditunggu tunggu oleh kami. Alasan yang memaksa kami terdiam sangat lama. Bergerak tanpa arti. Bersembunyi di balik kerinduan akan sesuatu. Menuliskan sepenggal kisah kehidupan yang terkadang dilewatkan banyak orang. Aku rindu menulis. Tapi aku lebih rindu keadaan dimana aku menjadi diriku sendiri. Menuliskan sesuatu tanpa batas. Bebas !
Tidak dibebani kekhawatiran yang membuat kami berpikir ulang ketika akan menulis.
Ternyata selama ini aku kehilangan dua alasan penting. Membuatku merasa dibatasi untuk menulis.
yang pertama "aku harus jatuh cinta pada sesuatu"
yang kedua " aku harus merasa sakit hati "
dua hal itulah yang membuatku sedikit menghentikan langkahku.
aku tidak sedang merasakan keduanya.
wajahku mungkin kini tanpa emosi -___-
tapi sebenarnya hatiku terlunta lunta
merintih kehilangan arah, aku bosan memikirkan apa yang aku tulis.
hingga akhirnya aku beristirahat dalam jangka waktu yang tak pernah ku ketahui.
aku sedang menikmati masa masa seperti ini, walaupun ini terasa menyebalkan.
tak ada gairah untuk menciptakan sesuatu yang baru.
aku masih menunggu...
dua alasan penting itu kembali padaku.
jatuh cinta dan sakit hati.

Rabu, 19 September 2012

Meraih Tawa

Dua gadis mungil itu mengingatkan aku , kala usiaku masih bisa tersenyum ramah pada dunia.
Di usia yang membuatku tak pernah berpikir terlalu serius mengenai apa dan bagaimana aku harus hidup.
aku tidak lagi bisa tersenyum seperti gadis berusia 5 tahun itu. entah apa yang membuatku begini. tampak tua dan membosankan.
sungguh ini adalah kelucuan. hingga aku tak bisa mendefinisikan tawa ikhlas yang sebenarnya.
dan aku tidak lagi bisa tertawa dengan baik saat jutaan manusia memaksaku untuk tersenyum bahkan tertawa.
aku hanya sedang rindu pada kebahagiaan yang membuatku nyaman untuk tertawa.

sangat nyaman.... hingga aku tak mempedulikan mereka yang melihatku.

tertawa memendarkan cahaya cahaya kebahagiaan yang menerangi kegelapan ini.

aku tegaskan bahwa diriku tidak sedang bersedih...
hanya belum tertawa dengan baik. dan masih mencari seberkas tawa yang menyebar di seluruh persimpangan kehidupanku.

simpangan yang berliku liku, hingga detik ini aku kesulitan menemukan tawa itu.

aku yakin tawaku masih tersimpan rapi di sana. di langit yang begitu luas. di awan yang membungkus kenangan indah hidupku.
ketika aku menatap langit, aku merasakan ....
tawa itu semakin nyata, namun mereka tak punya keberanian untuk kembali padaku
aku yang belum menerima kedatangan mereka, atau mereka yang masih malu kembali padaku.

langit, aku titipkan tawaku padamu. tempat yang paling aman agar mereka bisa beristirahat sejenak.
sebelum ada seseorang yang benar benar tulus mengambil tawaku lalu mengembalikannya padaku.
agar aku bisa kembali tertawa dengan sangat baik, layaknya gadis kecil yang menyambut kedatangan ibunya.
senyum dan tawa yang ikhlas, aku akan meraihmu.


Rabu, 12 September 2012

Perahu Kertas

ahh akhirnya aku kembali lagi deh ke dunia yang sempet aku kesampingkan, hehe.
yesterday was the amazing day for me, huahahaha :D
aku kencan sama temen kakakku, bukan kencan juga sih. tepatnya aku cuma numpang ikutan nonton gratis, hahaha
aku gaperlu jelasin gimana bisa aku dapet kesempatan nonton film gratis yang aku idamkan akhir akhir ini ! *laught devil
yang jelas kali ini aku cuma mau share banyak pelajaran yang bisa aku ambil dari tuh film. sayangnya tuh film masih part1 , huhu.
dan yak betul PERAHU KERTAS
IT WAS IMPRESSIVE.
huaaaa hampir speechles sepanjang kurang lebih 2 jam liat itu film.
film itu mengisahkan 2 orang manusia yang mempunyai bakat, minat dan keinginan yang hampir sama.
sama sama di bidang seni. si cewek penulis dongeng dan cowok adalah pelukis.
yaah aku pikir penulis dan pelukis itu sama. mereka sama sama diam dalam kesendirian kemudian berbicara lewat seni yang mereka ciptakan. itu pelajaran awal dan utama.hehe

tak mudah bagi seorang seniman menciptakan sebuah karya yang diterima banyak orang.
contohnya si cowok itu gak disetujui sama ayahnya buat nekunin tuh dunia lukis, but dia tetep kukuh sama pendirianya. namanya juga mimpi. begitu halnya dengan si cewek. banyak orang yang tertawa yang mengidentikan sebuah ejekan mungkin ketika mendengar dia ingin menjadi penulis dongeng yang kerjaanya adalah mengkhayal.
mereka semua selalu bertanya "MAU JADI APA PENULIS DONGENG?"

tapi si cewek dan cowok itu masih mencari celah dimana mereka bisa keluar dari tekanan banyak orang yang mencoba mnghentikan langkah impian mereka. itulah yang aku suka dari film itu.
SANGAT MENGINSPIRASI !!!

Siapapun kalian yang tengah membisu dalam impian impian besar kalian, liatlah film ini. aku jamin di film itu segala ekspresi kita akan tercipta dengan sangat lentur.
senyum...
tawa....
kagum....
menangis...
cinta....
persahabatan...
semua terangkum jelas dalam film itu.

DON'T MISS IT ! :D

Senin, 27 Agustus 2012

Utuh

sebaik baik keluarga adalah mereka yang hingga detik tetap ini menjadi bagian dari kehidupanku.

membangun iman dalam diriku setinggi ini, meski terkadang goyah ketika aku berada di luar sana.
tergoda oleh nafsu dunia yang membutakan jalan pikiranku.
tapi aku bersyukur terlahir sebagai bagian dari keluargaku. tak ada seorangpun yang berhak menolak dari mana dia dilahirkan.
semoga kita tetap bersatu, meski suatu saat nanti kita mempunyai kehidupan masih masing. ingatlah bahwa kita adalah keluarga,
lingkungan terkecil dan sederhana yang mengubah kita menjadi dewasa
dan membesarkan kita semua dalam impian impian kita.







Senin, 13 Agustus 2012

Mimpi Indah dari Tuhan

mimpi singkat yang akan aku gambarkan kepada kalian semua .
pada suatu malam, ada seseorang yang ketika terbangun dari tidur, dia hanya menerka mimpi yang baru saja terbayang di tidur indahnya.
Nafasnya tersengal hingga keringat membasahi dinding dinding keheningan malam itu.
Dia mencoba memutar waktu yang sempat terjadi di dalam tidurnya .
Hingga akhirnya dia temukan, dirinya tersudut dalam sebuah tempat yang dipenuhi gedung-gedung megah.
tempat itu tidak terpakai dan kusam bahkan tidak ada orang lain selain dia dan orang-orang yang Tuhan kirimkan untuk sementara atau bahkan dalam waktu yang lama terasingkan di tempat itu.
hanya ada tikungan tikungan yang begitu dalam ,
dan mereka dipaksa untuk mengambil setiap tikungan yang ada
tapi mereka haruslah berhati hati dalam memilih tikungan demi tikungan.
ketika keadaan semakin kacau, semua mulai goyah.
yang awalnya bergandengan tangan , kini satu demi satu dari mereka meninggalkan jejak.
melepaskan genggaman erat satu sama lain.
mereka meninggalkan dia seorang diri.
dia tersesat. dia hampir menangis dan putus asa.
dia mencari orang orang yang tadi bersamanya dan menggandeng tanganya.
apakah mereka meninggalkanku?
tanyanya dalam hati, ketika hanya ketakutan yang ada di pikiranya.
lalu dia masih saja mencari mereka, namun tak juga bertemu.
hingga akhirnya, datanglah seorang yang tulus mau membantunya.
dia mengenal orang itu, namun hanya sebatas mengenalnya bahkan sering mengabaikannya.
tapi ketika orang itu menggandeng tanganya, hati itu seolah berkata, inikah orang yang benar-benar tulus kepadaku? yang akan membawaku keluar dari tempat yang menakutkan ini?
seseorang itu menggenggam erat dan berkata, ikutlah denganku. kupikir ini bukan tempat yang baik untukmu


Kamis, 02 Agustus 2012

Sebuah Pesan Singkat

sayapku patah sebelah.....
dapatkah aku menggapai serat bintang 
yang menjuntai dalam lekuk sang malam 
dengan darah dan nanah selembar
sayap sementara satunya patah ?
(wed, 01-08-2012 , 8.43 p.m )


biarkan aku yang menjadi sayapmu
menggantikan bagian yang patah
lalu kita terbang bersama
menyapa awan.
(wed, 01-08-2012, 8.48 p.m)


itulah pesan singkat yang tertulis di antara dua orang manusia .
sangkat singkat, bahkan mereka serentak terdiam, tanpa melanjutkan pembicaraan.
tak ada yang mengerti apa maksud mereka.
bahkan mereka sendiri pun memilih diam dan sejenak berpikir.
ketika sejenak itu berubah menjadi lama.
semakin lama....
mereka semakin tidak tahu apa yang mereka bicarakan.
dan itu menjadi teka-teki hingga ketika aku menuliskan ini.

mungkinkah mereka saling mencintai?
atau pesan singkat itu hanyalah alunan lucu dengan arti semu?
tak ada seorangpun yang berani menjawab
hingga mereka sendirilah yang menjadikan jawaban atas apa yang sedang mereka rasakan.
dan ijinkan Tuhan menjadikan sepotong pesan singkat itu nyata
dalam balutan kasih sayang Tuhan.
Tunjukan jalan untuk mereka .

Senin, 30 Juli 2012

bersahabat dengan ikan


Waktu berjalan bagaikan bola yang menggelinding dari dataran tinggi ke yang lebih rendah. Tak ada satupun yang bisa menghentikan laju bola itu. Seperti waktu yang tak bisa dihentikan oleh manusia dan diputar kembali layaknya film Titanic yang diputar berulang-ulang di stasiun televisi. Sudah dua tahun, aku mengenal pahit manisnya berteman dengan dia. Dia begitu tampak menyebalkan bahkan sampai sekarang sifat itu terus saja melekat pada dirinya . Dulu, dia murid baru di tempat kami menimba ilmu . Dia masuk sebagai siswa baru di sekolah ini sejak kelas 2 SMA. Aku masih ingat saat itu, dari sudut kejauhan kulihat lelaki itu tampak berjalan ke arah kelas kami dengan sangat tertatih. Gontai langkahnya menggambarkan dia sangat tidak ikhlas pindah ke sekolah ini. Dia pemuda tampan . Banyak gadis-gadis tergila-gila akan ketampanan dan kemisteriusannya. Namun tak sedikit teman yang benci terhadapnya karena sikapnya yang terlalu dingin dan bahkan sulit untuk tersenyum. Hari-hari yang menyita sebagian waktuku hanya di sekolah membuatku semakin dekat dengan pemuda bernama lengkap Rahardian Andre itu. Dia orang yang sulit bergaul karena sikapnya yang dingin, tapi rasa penasaranku mengalahkan keangkuhannya sehingga dia bersedia menjadi temanku. Aku bilang usia pertemananku dan dia masih sangat muda sehingga membuat kami hampir bertengkar setiap hari. Dia cukup mengajarkan banyak hal padaku. Dia orang yang baik dan aku menyayanginya sebagai sahabat terbaikku selama di sekolah ini. Hari itu, dia mengajakku memancing. Itulah yang selalu dilakukannya untuk mengisi sebagian waktunya yang kosong. Aku turuti ajakannya. Uniknya, satu pelajaran terpenting yang aku dapat dari pemuda berkulit putih dan beralis tebal itu ketika memancing. “ satu hal yang sampai saat ini tersumbat di pikiranku, apakah begitu mengesankan kegiatan membosankan ini bagimu ? aku ingin tahu mengapa kau lebih memilih memancing ?” , tanyaku selalu ingin tahu. Kemudia dia tersenyum simpul padaku, lalu berkata, “ maaf telah membuatmu merasa bosan dengan kegiatanku ini, tapi ada hal yang perlu kukatakan padamu bahwa memancing bukanlah untuk bersenang –senang, hobi, atau yang sering dikatakan orang bahwa memancing itu belajar melatih kesabaran. Namun ada hal lain yang perlu kau ambil hikmah dari memancing.” “apa itu?”,tanyaku penasaran. “bersahabatlah dengan ikan”, jawabnya singkat semakin menebalkan rasa ingin tahuku. Sejenak aku terdiam, perlahan mencerna setiap perkataannya yang selalu menimbulkan teka-teki bagiku. Kuperas otakku untuk bekerja lebih keras memikirkan maksud perkataannya. Dan akhirnya aku menyerah karena kepolosanku yang tak tergoyahkan . “bisakah kau tidak selalu membuatku harus mempekerjakan otakku 2 kali lebih keras ?” , gertakku. Beberapa detik dia membisu merangkai kata untuk meluapkan apa yang ingin dikatakannya padaku. Dan terlontar pesan indah dari mulutnya . “ketika kau memancing, anggaplah bahwa ikan itu sahabatmu. Carilah umpan cacing dengan sepenuh hati untuk nantinya akan kau berikan ikhlas pada ikan untuk bertahan hidup. Ketika ikan tersebut mampu merasakan keikhlasanmu, maka dengan kerelaan ikan itu akan menyerahkan hidupnya padamu. Orang yang telah membuatnya tetap hidup karena umpan yang berupa cacing itu. Kau paham maksudku?”, jawabnya cukup membingungkanku. Raut wajahku menciut, dahiku mengkerut. Tanda kepolosan bahwa aku cukup bingung dengan tuturnya . Mungkin dia menyadarinya, sehingga dia langsung melanjutkan ucapannya tanpa aku bertanya lagi. “hiduplah seperti ikan itu. Carilah sahabat seperti cara yang dilakukan ikan itu. Sebagai wujud terima kasih ikan kepada si pemancing karena telah memberinya makan untuk bisa bertahan hidup, maka ikan bersedia menyerahkan hidupnya untuk kau pancing lalu kau makan. Dia bersedia mati untuk sahabatnya, si pemancing.Demikian yang aku sebut bersahabat bersama ikan”. Reaksiku seketika tampak bahwa aku sangat kagum pada ucapannya. Kutelan berulang-ulang kata-katanya kemudian aku serap maknanya. Benar yang dikatakannya. Cara bersahabat yang baik adalah ketika kita rela berkorban untuk sahabat kita seperti yang dilakukan ikan pada si pemancing. Sungguh ucapannya kusimpan dan kugenggam erat-erat di hatiku agar aku tidak salah dalam memaknai persahabatan . Sepulangnya dari memancing, aku berjalan berdampingan bersamanya menuju rumahku untuk memasak ikan yang telah kami tangkap. Sepanjang jalan selalu saja gurauan tak henti terlontar dari mulutku. Meski dia hanya menanggapi dengan senyum-senyum simpul tak menggairahkan. Namun begitu, lama-kelamaan dia larut dalam gurauanku . Ketika kami sedang asyik bercanda dan berkejaran, datanglah mobil dari arah yang berlawanan melaju dengan kecepatan melebihi seribu pasukan berkuda menghampiriku. Aku tidak menyadarinya karena keasyikanku bergurau, namun dia kemudian berlari menyelamatkanku dari tikaman mobil itu. Parahnya, bukan aku tapi justru dia yang tertabrak mobil. Dia terpental 5 meter dari titik kejadian. Aku berteriak , hingga suaraku hampir tak terdengar. Dia sudah tergeletak tak berdaya. Darah bercucuran di seluruh bagian tubuhnya . Aku tak bisa membendung luapan air mata yang keluar saat aku melihat tubuh malangnya menyentuh jalan yang kasar. Aku menghampirinya dan menggenggam tanganya, mulutku tak pernah berhenti untuk selalu memanggil namanya.Tangannya bergetar menampakkan kesakitan atas luka tabrakan itu. Dia hampir tidak bisa menggerakkan seluruh badannya. Aku takut, khawatir dan jelas perasaan bersalah terus saja terlintas di otakku . Dengan singkat dia berkata,” Aku berhasil menjadi sahabat seperti yang telah dilakukan ikan . Dulu kau membuat duniaku yang kelam hidup kembali. Berkat kau aku bisa hidup lebih lama. Sekarang sebagai balasan atas kebaikanmu, aku rela menyerahkan hidupku untuk membuatmu tetap hidup. Lanjutkan hidupmu dan carilah sahabat yang baik.Aku menyayangimu”. Kemudian bibirnya mulai membisu,dia menutup matanya untuk selamanya. Tubuhnya kaku dan membiru. Dia tampak sangat menyedihkan. Sempat kulihat air matanya keluar dan akhirnya mengering di pipinya. Dia meninggal dengan segudang kenangan dan pelajaran berharga yang selalu dia utarakan padaku. Tak henti-hentinya aku menangisi kepergiannya. Dia memang sahabatku bahkan sampai sisa hidupnya . Setidaknya, dengan kematiannya sudah cukup membuktikan pengorbanan dia terhadapku. Aku bersyukur bisa mengenal manusia sebaik dan setulus dia. Doaku mengiringi kepergiannya. Kasih dan sayangku membalut semua kenangan bersama bayang-bayang dirinya. Akan kukenang meski kau tak lagi hadir dalam setiap nafasku. Selamat jalan kawan.

Minggu, 08 Juli 2012

Tepat Tengah Malam



Kudapati diriku terbangun dari sebuah mimpi
 
Terperangah dalam sudut-sudut ruang yang gelap

Kuperhatikan jam dinding berdentang 

Tepat tengah malam aku tersadar

Dari bayang-bayang kelam masa lalu

 Yang dikemas secara runtut di dalam mimpi

Membuatku segera ingin kembali ke kehidupan nyata

Tidak lagi kembali dalam mimpi yang buruk

Aku bersyukur disambut udara tengah malam

Yang meniupkan kesejukkan malam itu
 
Tepat tengah malam

Bukan saat yang mencekam bagi penelusur jalanan

Ini hanya waktu dengan keheningan yang tersimpan

Agar aku bisa memaknai betapa sucinya waktu

Yang tergambar jelas di tengah malam

Perpisahan Kala Senja



 Ku kayuh sepeda setengah tua

 Dimana tidak hanya ada bayangmu

Suaramu telah mengisyaratkan perpisahan
 
Senyummu pertanda inilah akhir pertemuan kita

Belum lama aku mengenal bahasa tubuhmu

Namun senja itu memberiku jawaban terhadap teka-tekimu

Kau janji kau akan kembali

Membawa mawar yang kau tancapkan di saku kemejamu

Lagi-lagi senja itu berkata inilah pertemuan terakhir

Namun kau kembali meyakinkan keraguanku

Lewat sebait puisi yang selalu kau ciptakan

Sebelum aku menepuk pundakmu di setiap awal perjumpaan

Kali ini kau sisipkan kata senja di judul puisimu
 
Di dalamnya kau berkata

Perpisahan paling indah adalah saat senja

Karena ketika kau berjalan menjauh dariku, bayangmu masih saja terlihat 

Kau tempatkan dirimu sebagai lakon utama puisimu

Kini kau menghilang bersama senja yang perlahan sirna berganti malam

Lalu aku merasa telah berpisah denganmu

Namun untungnya ini perpisahan yang indah.

Api Kerinduan



Dalam hujan aku termenung

Dingin yang bergulat menyelimuti tubuhku

Kucuran air hujan yang mengalir di depan mata

Cipratan air yang menusuk dinding kalbu

Aku butuh setitik api yang menyala

 Untuk sekedar menetralkan suhu tubuhku

Hujan telah membuatku tersadar

Akan kerinduanku pada seseoramg

Senyum hangatnya telah membakar hujan

Dia seperti nyala api yang kecil

Goyah bila tertiup angin

Namun terus mencoba membakar mata hatiku

Api itu akan terus berkobar

Beriringan dengan deras hujan dan desir angin

Ketika api mulai padam

Maka rinduku perlahan sirna tertelan hujan

Tapi aku akan selalu menyalakan api kerinduan

Di tengah hujan yang mengingatkanku padamu sang terkasih