Rabu, 21 Desember 2011

kepada seorang kawan

apakah kau masih setia menungguku pulang
dan menyimpan namaku di telapak tanganmu

pada kerinduan yang rebah
ku ketuk pintu rumahmu
untuk menziarahi kenangan

saat purnama sempurnakan malam
dengan dongeng perjalanan panjang
tentang kisah kita ,kawan

kau mengeja zaman
aku melukis musim
ah, kita ledakkan tawa
kemudian saling tukar air mata

aku masih ingat betul cerita itu
apakah kau masih setia menungguku pulang

( wika setyawan )

2 komentar: