Selasa, 08 November 2011

AKU BERSYUKUR TELAH TERLAHIR MENJADI ANAKMU


Tepat malam ini , kurangkai kalimat sederhana menjadi sebuah catatan kecil sebagai rasa sayangku
Kepada ibuku tercinta oh my beloved mother
Untuk sekedar meluapkan apa yang aku rasakan selama 16 tahun ini
Untuk sekedar  mengungkapkan rasa terima kasihku atas kehidupanya untukku
Untuk sekedar mengingat betapa lamanya sebuah kehidupan darinya untukku
Untuk sekedar memberitahunya bahwa aku bersyukur mempunyai ibu seperti dirinya
Dan untuk sekedar memberikan hal kecil yang bisa kuungkapkan saat ini
Atas  besarnya kasih sayangmu, oh my beloved mother
Okeee aku mulai dari mana yaa,
Aku pernah berpikir , saat ketika kupandangi wajahnya ketika dia tidur terlelap,
Tampak dari wajahnya,bisa kupahami  bahwa kehidupan yang beliau jalani sangatlah sulit,
Sebuah kehidupan yang harus ibu hadapi sendirian tanpa sosok pendamping yang beliau cintai
Yang tidak bisa menjadi pelindung baginya saat ia merasa tertekan,
Yang tak bisa menjadi penyemangat  ketika ia putus asa mengahadapi tantangan kehidupan
Yang tidak bisa menjadi tameng ketika banyak manusia” lain mencemoohnya
Dan apapun itu yang membuat aku tidak bisa melihatmu tersenyum dengan tulusnya
 Tapi aku bersyukur, karena kau masih punya kami
Yang akan menggantikan tugas seorang ayah untuk demi memberikan kebahagiaan seorang ibu
Bagiku kau adalah sosok manusia dengan 2 jiwa di dalamnya,
Yang sekaligus memiliki dua peran penting dalam kehidupan kami,
Yang mengambil alih tugas berat yang seharusnya tidak dilakukan bagi manusia seumur an beliau
Yang bersikap tegar ketika berbagai kemungkinan dalam kehidupan menggoyahkan hatinya
Yang mengajarkan kami tentang bagaimana takut kepada TUHAN
Yang berusaha terlihat kuat meski sebenarnya kau  tak mampu
Yang mampu mendidik anak”mu sendirian menjadi seperti sekarang ini
Yang selalu berusaha membuktikan bahwa  kebahagiaan bisa diraih dengan kerja sama
Dan berbagai macam lainnya yang tidak bisa aku ucapkan satu per satu
Aku  paham bahwa aku bukanlah anak yang cukup dekat dengan ibukku
Yang setiap apapun masalah yang kudapatkan harus kuceritakan padanya
Karena aku tahu bebannya cukup berat,
Sehingga akupun enggan menambahkannya dengan permasalahan kecilku yang tak berarti
Ibu, satu sebutan untuk saat ini dan selamanya
Satu tanda bahwa kau adalah manusia yang paling berharga bagi kehidupan kami
Ibu, adalah tokoh utama yang wajib aku bahagiakan
Ibu, yang menggenggam tanganku dengan erat ketika aku merasa akan terjatuh dalam sebuah keputusasaan
Kau adalah cahaya ketika aku merasakan bahwa dunia ini sangatlah gelap
Yang mengusap air mata ketika sebelum aku mulai meneteskan air mata
Yang menjadikan aku bahagia ketika aku duduk disampingnya
Yang terbangun saat malam ketika aku sakit
Just for to make me feel comfort beside her
Aku bersyukur telah terlahir sebagai anakmu,
Berterima kasih atas sebuah perjalanan panjang yang kau tempuh selama ini
Untuk demi kebahagiaan anakmu
Untuk memberikan apapun yang bisa kau berikan saat ini dan seterusnya
Karena kecintaanmu terhadap kami,
TUHAN, ijinkan aku sedikit memohon.
Atas segalanya yang telah kau berikan kepadaku lewat ibuku
TUHAN, aku mohon dengan sebaik baik permohonan
Ijinkan kehidupanku saat ini dan seterusnya sampai selama apapun itu
Diiringi oleh kasih sayang seorang ibu,
Ijinkan aku selalu melihat perjuangannya saat ini dan seterusnya
Ijinkan aku merasakan pengorbanannya saat ini dan seterusnya
Ijinkan aku mewujudkan impiannya saat ini yang belom bisa aku wujudkan
Beri kami jalan untuk menjalani kehidupan bersama sama
Dengan sebuah kebahagiaan dan kasih sayang,
Sampai akhirnya waktu menjawab dan membuktikan bahwa,
Aku ...anaknya bisa membahagiakannya dengan sebaik baik cara
Aku menanti waktu saat ketika engkau tersenyum melihat, merasakan dan mendengar segalanya yang baik tentang aku,
Waktu sebagai pembuktian bahwa engkau tidak sia-sia melahirkan dan mendewasakan aku,
Thanks mom ,
You’re my beloved mother
And i want always give everything  that can make you know,
If i love you and i’ll be gratefull have mother like YOU

 thank you

 created by: nia oktaviana

Tidak ada komentar:

Posting Komentar